Thursday, February 27, 2014

Main Bola

Sudah pernah aku ceritakan kan kalau Aca suka banget main bola. Di rumah, lumayan banyak koleksi bolanya. Dari yang kecil sampai sebesar bola sepak. Dari yang lentur sampai yang keras. Lumayan rempong juga naruhnya kalau lagi gak dipakai. Kalau lagi dipakai, hadeh..makin ribet aja tuh. Bola besar kecil bertebaran di seluruh rumah. Jadi utinya lebih sering menyimpan bola-bola itu di belakang dan hanya dua bola yang ditaruh di tempat mainnya biar tidak semakin pusing membereskannya.

Masalahnya, kemaren Aca dan Fida entah kenapa nemu bungkusan plastik besar berisi bola-bola tersebut. Dan begitulah semua kehebohan dimulai hehe..Mereka berdua ribut maksa mengeluarkan semua bola. Pura-pura mandi bola di lantai ruang tamu, lalu dengan semangatnya main bola sepanjang sore. Melihat keceriaan mereka, jadi gak tega untuk melarangnya. Walaupun urusannya jadi panjang nantinya soal membereskan, tapi terbayar kok mendengar mereka tertawa-tawa bahagia.
Jadi ini nih potret 'seadanya' mereka.

 Sebagian kecil bola yang sudah disebar ke lantai

Monday, February 24, 2014

Little Doctor

Masih di edisi mainan baru kemaren, kali ini yang dimainkan Aca adalah play set Dokter. Sebelumnya aku sama sekali gak tertarik membelikan Aca mainan ini, karena yang aku lihat di toko-toko kebanyakan berwarna pink dan gambarnya anak perempuan semua. Walaupun tentu saja aku tidak menganut paham kalau anak perempuan mainnya boneka dan anak laki-laki mainnya mobil-mobilan. Hanya saja, gak ada yang lebih maskulin dikit kenapa hehe..

Sampai akhirnya, waktu acara sharing di sekolahnya Aca, baru tahu kalau tema bulan Februari adalah Pekerjaan. Sebulan ini dikenalkan macam-macam pekerjaan seperti pilot, dokter, guru, dsb. Dan kata gurunya Aca kalau ditanya maunya menjadi Dokter. Padahal di rumah belum pernah aku bahas soal ini. Jadi, sambil membuat daftar play n learn di rumah selama sebulan ini juga, aku kepikiran membelikannya peralatan dokter-dokteran ini.

Dan gak nyangka juga, Aca lumayan ahli memainkannya. Entah karena sudah pernah dibuat main peran di sekolahnya, ikut meniru Fida yang punya mainan yang sama, atau karena ingatannya karena saking seringnya ketemu dokter waktu kecil dulu. Tapi yang jelas, menyenangkan melihatnya bermain peran jadi dokter kecil. Seru dan lucu.

Saturday, February 22, 2014

Main Tenis

Senangnya hari libur datang lagi. Dan sabtu pagi tadi cerah banget. Setelah muter-muter lihat sawah di desa sebelah, waktunya main dengan raket tenis mainan baru. Bisa buat olahraga, bisa buat main, dan yang jelas bisa buat bersenang senang.

Permainan ini aku maksudkan buat melatih motorik kasarnya Aca. Ada gerakan mengayun raket, melompat, menangkap dan mengejar bola. Awalnya si mainnya seperti standarnya main tenis atau badminton, tapi dasar Aca, setelah itu mulai kreatif menciptakan mainan baru dengan seperangkat raketnya ^_^. Here we go..

Main berdua di teras rumah. Cuma ini yang kefoto gara-gara Aca ngambek gak mau difoto. Emaknya gak boleh moto, dan HARUS ikut main terus. 


Mainan Baru



Kesampaian juga membelikan mainan buat Aca. Seminggu kemaren, sudah janji sama Aca kalau mau kasih hadiah. Bukan karena apa-apa, sudah lama banget memang tidak pernah beli mainan. Jadi, Jumat sore, sehabis mengantarnya terapi, langsung hunting mainan untuknya. 

Setiap milih mainan, aku usahakan yang bisa membuat ACa bergerak. Entah itu badannya atau pikirannya. Dan kalau bisa yang lumayan lama awetnya. Soal terakhir ini nih yang susah, namanya juga anak-anak, sering main lempar semua barang dan bisa membuat benda-benda cepet rusak huhu..

Jadi ini nih mainannya, murah meriah lho :

Sunday, February 9, 2014

Quick Post!

Quick Post! Sudah lama gak posting permainan sama Aca. Mainnya sih tetep, tapi jarang difoto. Minggu ini juga lagi ngumpulin materi buat play n learn sama Aca tiap hari. Kepikiran kalau misalnya dibuat jadwal mingguan rencana main, pasti akan lebih mudah. Karena kadang, tiba-tiba Aca ngajak main, sementara emaknya lagi gak ada ide, jadinya main itu lagi itu lagi. Bahkan sering pelampiasannya adalah dengan mengajak Aca nonton TV atau main gadget. Anaknya sih seneng-seneng aja, tapi kasihan juga. Mumpung main itu proses belajar, sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Jadi tadi nyoret-nyoret di buku, bikin tabel sederhana lengkap dengan jenis permainannya. Kebetulan kemarin juga sempet dapat masukan dari Bu Rinda tentang latihan yang perlu dilakukan Aca di rumah. Besok-besok kalau sudah jadi aku posting disini deh.

Tuesday, February 4, 2014

Setelah bisa membaca, terus bagaimana?

Aca belum bisa membaca. Terutama kalau yang dimaksud adalah membaca kalimat panjang dengan lancar dan tanpa diucapkan keras-keras. Aca baru dalam tahap belajar. Kalau untuk membaca dua suku kata sih sepertinya sudah bisa (Sepertinya karena kalau di rumah Aca susah banget aku ajak latihan membaca atau hanya sekedar mengecek apa dia bisa benar-benar sudah bisa mengenal huruf-huruf dan kata-kata).Tapi terapisnya di RBA selalu bilang kalau Aca sudah lumayan bagus membacanya, dan lagi-lagi hanya perlu banyak latihan dan terapi di artikulasi dan pelafalannya.

Postingan kali ini, terinsiprasi dari perbincangan dengan teman beberapa hari lalu tentang pentingnya mengajari anak membaca. Tentang les baca, tes masuk SD yang kabarnya ada calistungnya, dan betapa hebatnya anak-anak seumuran play grup dan tk yang sudah lancar membaca. 
Share