Pages

Sunday, April 6, 2014

Exploring Water Beads

Selain pompom, benda inilah yang membuatku penasaran karena sering jadi material di blog home education luar negeri. Water Beads. Seperti pompom juga, awalnya susah nyarinya. Apalagi tidak tahu istilah indonesianya. Beberapa kali tanya ke orang-orang jawabannya sekitar di toko-toko yang menjual tanaman atau obat-obat pertanian. Water beads memang sebenarnya digunakan sebagai media tanam sebagai pengganti tanah.

Nah, suatu hari, waktu jemput Aca pulang sekolah, aku melihat salah satu gurunya sedang membagikan water beads ini ke murid-muridnya. Bukan kelompoknya Aca, tapi aku langsung heboh deketin dan tanya-tanya. Dan ternyata belinya di pasar tradisional, harganya cuma lima ratus rupiah sebungkus kecil. Wah, saking semangatnya, pulang sekolah langsung blusukan ke pasar buat nyari itu. Tinggal satu bungkus, sampai ngrayu-ngrayu yang jual buat secepatnya kulakan lagi soalnya aku mau pesen satu pak isi 24 bungkus.  Sampai yang jual bingung, memang buat apaan coba, wong biasanya yang beli anak-anak sekolah.

Kemarin, permainan pertama memakai water beadsnya adalah sorting colors. Mengelompokkan warna sudah terlalu mudah bagi Aca, tapi sebenarnya aku ingin sekaligus juga melatih motorik halusnya, koordinasi mata dan tangannya, sampai melatih pelafalan bahasa inggrisnya soal warna. Eh iya, biasanya water beads ini digunakan untuk permainan sensorik atau sensory play. Teksturnya yang licin dan lembut juga cocok untuk spooning dan fine motor play.
Here we go, play n learn nya Aca kali ini :




Yang aku siapin, cetakan muffin sama printable coloured dots dari sini. Printablenya sudah aku laminating ya biar awet. Kemudian aku tempelkan craft stick dan dipasang di cetakan muffin tiap lubangnya.

Water beadsnya direndam minimal 4 jam. Nanti akan membesar dan menjadi bulatan transparan warna-warni.


Aneka macam sendok mainan. Buat mengambil water beadsnya.

Tugas Aca adalah memilih tiap water beads nya sesuai warna dan dimasukkan ke lubang cetakan muffin yang telah dipasang stik warna tadi. Lumayan susah. Selain karena licin, warna water beads yang cenderung transparan kadang membuat Aca susah membedakan antara warna-warna yang mirip. Misalnya antara pink dan ungu. Tapi akan lebih jelas kalau sudah dikelompokkan sesuai warna masing-masing, warna yang berbeda nantinya akan lebih kelihatan jelas.

mengambil water beads dengan sendok plastik





Lama-lama Aca males nyendokin, pakai tangan deh..

 
ini dia yang sudah jadi sesuai warna


terakhir, jadi tempat tanaman ^_^


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Share