Saturday, June 28, 2014

Ramadhan untuk Aca

Ramadhan kali ini saat Aca berumur 4 tahun. InsyaAllah sudah masuk TK. Kepikiran untuk mulai lebih serius memperkenalkan ramadhan kepada Aca. Tahun kemarin, sudah sangat terbantu dengan sekolahnya. Biasanya setiap hari di sekolah temanya adalah puasa dan ibadah-ibadah selama ramadhan. Tapi sekarang, jadwal sekolahnya adalah cuma satu minggu di pertengahan puasa, sisanya adalah libur. Jadi harus mutar otak untuk memberikan suasana ramadhan yang maksimal di rumah.

Kalau untuk puasa, akan berat membuat Aca mulai belajar. Meskipun rencananya memang aku akan mencoba melatihnya dengan tidak makan dan tidak minum selama dua jam atau 3 jam setiap harinya. Aca itu tidak tahan lapar dan haus. Sehari dia bisa makan sampai 5 kali lho. Minum? Kulkas di rumah sampai lecek pintunya gara-gara sering di buka tutup Aca untuk ambil minum. Bisa dibayangkan kan bagaimana menahan Aca agar tidak makan atau minum selama beberapa waktu? jadi puasa memang bukan target utama. Judulnya masih belajar :)

Cuma yang aku prioritaskan adalah membiasakan Aca untuk sholat, belajar, mengaji dengan lebih teratur. Apalagi akhir-akhir ini, Aca sudah tidak mau lagi belajar. Ditambah lagi saat liburan. Sampai capek mengingatkannya.

Terinspirasi dari blog anakjempolan yang membuat kalender ramadhan, aku lalu kepikiran membuat buku kegiatan ramadhan. Soalnya kalau bentuknya kalender, gede dan tidak ada tempat lagi buat ditempel di rumah. Jadi lebih praktis dibikin buku biar bisa dibawa kemana-mana.

seharusnya bukunya gak segede ini. Cuma tadi yang bikinin jilid kawat lupa memotong sisa kertasnya. Hmm..sebenarnya kecewa juga, tapi ya sudahlah. Nanti bisa ditulisi di bagian bawah kertas yang kosong.

Make an Abstract Painting with Sidewalk Chalk

Kami berdua habis bersenang-senang di hari sabtu pagi ini. Bikin lukisan abstrak dari kapur. Dan sukses bikin Aca tertawa terpingkal-pingkal lho. Ini dia ceritanya.

Material untuk membuat lukisan dari kapur, jadi ya memakai kapur tulis mestinya. Aku memakai kapur tulis warna warni. Bukan yang crayola. Sayang, harganya mahal dan nyarinya susah. Aku memakai kapur tulis biasa yang satu kotaknya 7000 rupiah. Itu saja belinya paroan sama temen soalnya isinya banyak dan cuma ada 4 warna. Tiap warna aku masukkan di plastik berperekat.


nampan plastik, semprotan air, kapur, ulekan, kertas putih.

Pinjam ulekan milik uti nih ceritanya. Habisnya nyariin palu mainannya Aca tidak ketemu. Pijem sebentar ya uti?

Kapurnya dihaluskan dengan cara dipukul-pukul memakai ulekan. Aca suka dengan kegiatan ini. Sampai halus ya Ca..

Friday, June 27, 2014

Baju Angka

Yayyy...Aca punya mainan baru..play n learn lagi. Temanya belajar matematika sederhana. Aku teringat di buku rapornya kalau Aca sudah bisa mengenal konsep bilangan 1 sampai 30, tapi di keterangannya antara 21 sampai 30 dengan sedikit bimbingan. Berarti Aca masih perlu sedikit latihan.Yuuk, kita main dengan angka-angka ini.

Ide awal dan printablenya dari sini. Tapi kemudian aku bikin sendiri dengan konsep yang sama tapi dengan model yang berbeda. Jadi di sumber aslinya, adanya adalah gambar baju dengan angka-angka 1 sampai 20 serta kelipatan 5. Kemudian, aku modifikasi dengan angka-angka sampai 40, alfabet, serta tanda tambah, kurang dan sama dengan. Gambar bajunya sudah beda banget dengan aslinya, tapi bagus kok hehe..

Setelah di print, laminating dan digunting satu-satu, siap deh buat bermain.


disain printable kaosnya. Lengkap dari a sampai z. Ditambah huruf vokal yang paling sering digunakan. Kalau yang ini aku tulis tangan. Kelupaan soalnya.

Aca, si Ganteng yang Jahil

Setelah menerima rapor di KBIT nya, ganti minggu ini laporan perkembangan di Rumah Belajar Anak yang disampaikan oleh terapisnya. Hasilnya, alhamdulillaah, Aca banyak kemajuan.

Saat terima rapor, aku memang sekarang sudah tidak terlalu mencemaskan apapun hasilnya. Karena di rumah, setiap harinya, Aca kan sudah selalu aku ajak belajar meskipun dengan cara bermain, jadi aku yakin Aca pasti bisa mengikuti pelajaran di sekolah dan tempat terapinya dengan baik. Kalau untuk masalah nilai, sedari sekarang sudah berusaha memantapkan hati agar tidak menilai Aca berdasarkan nilai akademis. Memang usia Kelompok Bermain atau TK, belum akan ada nilai akademis, tapi semoga besok-besok, aku tidak seperti itu. Yang menjadikan angka dan nilai sebagai ukuran keberhasilan anak. Amiin.

Kembali ke cerita rapor RBA nya, Aca sudah ada kemajuan dibanding semester kemarin. Pembentukan perilaku, kemampuan motorik, kemampuan dasarnya sudah banyak peningkatan.

sensori integrasi yang masih jadi PR banget.

Wednesday, June 25, 2014

Meronce Manik-Manik

Sesuai janjiku kemarin, waktunya posting tentang play n learn nya Aca. Kali ini bikin kerajinan tangan saja yaitu meronce manik-manik. Kebetulan aku punya beberapa bungkus manik-manik plastik. Kegiatan meronce manik-manik ini penting lho, jadi jangan sepelekan. Meronce ini digunakan untuk melatih konsentrasi dan ketelitian anak.

Manfaat lain dari pada meronce selain untuk kensentrasi juga ada yang lain , yaitu :
  • Mengembangkan ketrampilan motorik halus
  • Melatih konsentrasi dan ketelitian saat memasukkan benang / tali ke lubang
  • Belajar mengelompokkan bentuk/warna dengan cara meronce berdasarkan bentuk / warna
  • Mengasah kreativitas anak dengan cara mengkombinasikan warna dan bentuk sesuai keinginannya
  • Melatih anak untuk lebih cermat dalam menggolongkan bentuk, jenis dan warna. Bahkan bisa melatih untuk lebih cermat dan teliti dalam hal detail
Manfaatnya banyak kan? Makanya sering-sering mengajak anak meronce hehe...sayangnya Aca bukan tipe anak yang bisa duduk tenang lama untuk melakukan kegiatan seperti itu. Di sekolah sih, sudah sering dilakukan, bahkan kata Bu Anni, Aca termasuk yang paling tinggi tahapan meroncenya. Sudah bisa mengelompokkan warna dan bentuk. Tapi setahuku di sekolah, media meroncenya adalah benda yang agak besar, bukan manik-manik kecil seperti yang aku gunakan di rumah. Kita coba saja lah.

Friday, June 20, 2014

Puisi Kepada Guru



Kepada Guru

Aku selalu bermimpi
matahari telah melahirkan para guru
dan guru melahirkan banyak matahari
hingga matahari tak lagi sendiri
Matahari tak pernah sendiri, guru
ia selalu ada bersamamu
hangatkan cinta yang tumbuh
dan menyinari cakrawala kecilku
selalu

Abdurahman Faiz



Satu Tahun

Kita sekarang
Dengan kaki dan tangan kecil
Dan celoteh kekanakan
Dan kita nanti
Yang akan terbang ke angkasa
Meraih mimpi-mimpi tertinggi
Terima kasih...
Untuk satu tahun yang hebat
Untuk satu tahun yang menakjubkan
Untuk satu tahun yang membuktikan
Bahwa kita semua adalah bintang..


Dua buah puisi diatas adalah puisi yang aku masukkan di buku kenangannya Aca. Yang pertama adalah puisi karangan Abdurahman Faiz. Puisi yang bagus sekali. Pas untuk dipersembahkan kepada guru. Sedangkan puisi yang satu lagi adalah tulisanku. Jangan diketawain yah, sudah lama tidak nulis yang beginian :D

Buku Kenangan Kelompok Kutilang


Masih postingan soal sekolahnya Aca ya? Bukan apa-apa. Mood emaknya lagi dalem banget soal ini. Minggu depan baru deh mulai posting tentang kegiatan-kegiatan kami sehari-hari, permainan kami, apalagi Aca sudah mulai libur panjang. Akan banyak permainan baru nantinya. Tunggu ya.

Tapi, sementara itu, biar aku selesaikan dulu cerita tentang sekolahnya Aca ya. Jadi, selain terima rapor, aku sengaja membuat semacam buku kenangan untuk guru dan teman-temannya Aca. Satu Kelompok. Kelompok Kutilang. Idenya sudah lama, tapi seperti biasa, bad habitku, suka mepet kalau menyelesaikan sesuatu.

Review Sekolah Aca Setahun Kemarin


Hari ini adalah hari terima rapornya Aca. Jadi hari ini adalah hari terakhir Aca masuk sekolah. Tidak terasa, sudah setahun Aca sekolah di Kelompok Bermain Umar Bin Khathab ini. Banyak kenangan. Kalau emaknya ini, banyak suka dukanya dalam mendampingi Aca sekolah. Bagaimana perjuangan pontang-pantingnya kalau waktu jemput sekolah sedangkan ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal. Serunya ngobrol sama sesama ibu-ibu wali murid, dapat banyak ilmu baru dari kelas parenting yang diadakan dua minggu sekali di sekolah, dan banyak belajar bersama Aca juga mestinya.

 tas yang isinya rapor, buku jurnal, sertifikat, surat kelulusan, vcd, serta barang-barangnya aca yang ditinggal di sekolah selama ini.

Yang aku lihat dari Aca, sepertinya dia juga sangat menikmati kegiatan sekolahnya setahun ini. Bagaimana semangatnya dia setiap berangkat sekolah, betapa cerianya dia saat main dengan teman-temannya, dan bagaimana dia tumbuh sedemikian pesatnya setahun ini.

 Bersama Feby. Teman yang paling sering dicari dan diceritakannya.

Walaupun meskipun, ada juga saat-saat manja, rewel, nakal, dan bandelnya Aca. Ini juga sempet bikin jengkel banget lho. Saat dapat laporan dari Bu Anni kalau Aca ketika sholat tidak khusyuk dan malah mengganggu teman-temannya, atau saat Aca mendorong temannya sampai jatuh dan berdarah, hal-hal semacam itu cukup membuat mengurut dada :(

Idolanya Aca


Setahun ini, jelas sudah idolanya Aca adalah Ibu gurunya tercinta yaitu Bu Anni. Iyalah, kalau di rumah, apa-apa Bu Anni. Berdoa Ca, dia akan jawab seperti Bu Anni, sholat yuk Ca, jawabnya seperti sama Bu Anni. Sampai segitunya..

ini foto di awal-awal masuk sekolah. Sudah bikin repot ya Bu?

Sejak awal masuk sekolah di KB besar, sempat khawatir juga dengan adaptasinya dengan guru-guru dan teman-temannya. Masalahnya Aca terbiasa dengan guru privat di tempatnya terapi sehingga mungkin  dia terbiasa diperhatikan sendiri. Syukurnya, Aca bisa melewatinya dengan baik. 

Thursday, June 19, 2014

KIRAB RAMADHAN


Kamis pagi ini, sekolahnya Aca mengadakan Tarhib Ramadhan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Acara sebenarnya pawai atau kirab berjalan kaki bersama-sama mengelilingi daerah alun-alun kota. Seru dan menyenangkan. Apalagi orang tuanya diperbolehkan ikut jadi bisa cerita dan foto-foto (tetep.. :)  )

Kegiatannya dimulai dengan berkumpul di depan Masjid Agung. Baris per kelompoknya masing-masing. Banyaak banget anaknya. Selain KBIT juga ada TKIT yang sekolahnya aja ada 3, kebayang kan banyak dan ramainya anak-anak. 

Setiap anak diberi bendera segitiga yang ada tulisan dan gambar Marhaban Yaa Ramadhan

Tuesday, June 17, 2014

Pentas Seni dan Pelepasan Siswa

Hari Ahad, tanggal 15 Juni kemarin, adalah hari yang bersejarah bagi Aca (dan emaknya hihihi). Pertama kalinya Aca mengalami acara pentas seni, pelepasan, atau bahasa gampangnya adalah perpisahan di sekolahnya. Sebulan terakhir, Aca dan teman-teman memang sudah latihan untuk acara ini. Selain pentas untuk gerak dan lagu tiap kelompok, anak-anak akan menyanyi bersama dengan guru-gurunya di panggung.

Sebelum hari H, aku sudah sibuk download lagu yang akan di bawakan kelompoknya Aca, tiap hari membicarakannya dengan orang serumah biar Aca semangat, sampai urusan kostum yang kebetulan diserahkan padaku. Ribet banget. Deg-degan tentang Aca yang moodnya sering turun naik dan manjanya agak terlalu kelewatan sama emaknya.

Hari itupun tiba, pagi-pagi sebelum berangkat Aca lumayan bersemangat. Berhubung anak-anak diminta diantar ke sekolah dulu, jam 7 sudah aku siapkan untuk berangkat. Dari rumah sih baik-baik saja. Malah sempet foto-foto dulu sama Fida.

Tapii, di sekolah, mulai deh rewelnya. Oke, aku tinggal saja, karena berdasarkan pengalaman, Aca memang suka manja kalau ada orang-orang terdekatnya. Kalau sudah ditinggal dia malah lebih berani dibanding teman-temannya yang lain.

Cerita rewelnya Aca sedikit saja ya, yang jelas setidaknya Aca sukses naik ke panggung dengan selamat dan tertib hahaha..Aca hebaat. Walaupun sebelumnya nangis, minta pulang, bilang tidak mau nari, eh sampai di panggung ketawa ketiwi pede. Dasar Acaa!! 

Ini dia sedikit foto-fotonya. Gak sempet moto banyak, karena mesti ngumpet karena kalau Aca lihat, manjanya akan kumat.


Foto bersama dulu sebelum pentas. Kelompok Kutilang.

Monday, June 16, 2014

Main Layang-layang

Entah darimana mulainya sampai Aca tiba-tiba minta dibelikan layang-layang dan heboh mau memainkannya. Padahal di rumah, halaman aja tidak punya. Jadi, kami main layang-layang di taman ganesha yang lumayan punya space cukup luas.

Kemudian beli layang-layang di warung deket rumah. Baru tahu kalau layang-layang itu belinya terpisah dengan benangnya. Nah, yang jual layang-layangnya ternyata tidak jual benang, ya diakalin dengan benang wol yang ada di rumah deh.

Sabtu pagi kemarin, kembali kami berdua main layang-layang di taman. Bukan berdua ding, Aca asyik sendiri mainnya. Pertamanya sih sempet kesel dan ngambek gara-gara dia tidak bisa juga menerbangkan layang-layangnya.Tapi kok, dia terus saja mencoba. Aku saja tidak diijinkan mendekatinya, jadilah cuma duduk mengawasinya di pinggir taman.

Dan menakjubkan melihatnya berusaha main layang-layang sendiri itu. Tidak pernah menyerah. Sampai kemudian, gara-gara angin kencang, layang-layangnya terbang. Lumayan tinggi, walaupun cuma sebentar. Tapi cukup membuat Aca tertawa lebar.

Ah Aca, itu hadiah dari Allah karena melihatmu tidak berhenti mencoba..

belajar sendiri

Monday, June 2, 2014

Ulat Alfabet

Akhir-akhir ini, Aca lagi susah banget diajak belajar. Ada-ada saja alasannya. Dari mulai batuk sampai mengantuk. Sampai aku mesti ngcek ke Bu Fida, terapisnya, apakah Aca setiap jadwal terapinya juga mogok baca. Syukurnya tidak. Memang agak suka ngeles lebih heboh dari biasanya, tapi ternyata Aca masih mau belajar membaca dengan lancar. 

Jadi, mesti diakalin bagaimana Aca tetap bisa belajar tanpa disadarinya. Biasanya setiap berangkat sekolah, aku usahakan muter-muter dulu biar bisa sekalian menghafal surat-surat pendek dan hadist bersamaku. Kan tidak kerasa kalau sambil naik motor. 

Untuk latihan baca, kemarin aku main sama Aca sambil membuat ulat dari kertas stiker. Kertas stiker berwarna aku gunting bulat kecil-kecil, terus aku tulis huruf-furuf alfabet. Aku pisahkan antara huruf vokal dan konsonan biar gampang mencarinya. Sebelumnya aku tempel plastik sampul buku di tembok menggunakan lakban. Jadi bisa buat tempat menempel stiker.


Lumayan rempong juga menggunting kertas stiker menjadi bulatan kecil seperti itu. Apalagi ada Aca yang selalu mau tahuu aja.

Cars Painting

Waah, sudah bulan Juni. Alhamdulillah, blog ini masih rajin diupdate. Memang sih, ada target pribadi kalau dalam satu minggu minimal harus ada dua postingan baru. Bukan karena apa-apa juga, buat mengingatkan diri sendiri untuk terus menyediakan diri dan hati sepenuhnya untuk Aca. Biasanya kan suka setengah hati, apalagi kalau pekerjaan lagi banyak-banyaknya, hadeeh, bawaannya pengen marah terus sama Aca yang 'kreatif'nya suka kebengetan.

Baiklah, mari kita bicara soal play n learn saja. Kali ini kami main mobil-mobilan dan melukis di saat yang bersamaan. Namanya melukis dengan mobil. Mobil mainan tepatnya. 

Yang aku siapin, dua buah piring plastik berisi pewarna makanan yang sudah aku encerkan dengan sedikit air. Sebenarnya lebih seru kalau makin banyak warna yang digunakan, tapi dua ini cukuplah. Kertas kosong (aku pakai kertas yang tidak terpakai), serta mobil mainan.
Share