Saturday, March 28, 2015

Menulis di atas Garam

Rencananya sih pengen bikin garam warna, tapi sebelum garamnya diwarnai, main-main dulu sama Aca dengan garam halus yang masih putih aja dulu ah. Setelah itu baru diwarnai untuk digunakan play n learn yang lain.

Garam putihnya aku taruh di nampan. Kemudian aku siapkan beberapa kartu untuk berhitung dan menulis angka. Sebelumnya aku ajak Aca menulis namanya dulu di atas garam. Menulis dengan cara ini seru lho. Mudah dihapus juga. Iyalah hehe..kalau selesai tinggal diratakan lagi garamnya untuk dipakai menulis lagi.
Untuk kartunya, di satu sisi aku gambar bulatan kecil dan di sisi lainnya aku tulis angka sesuai bulatan di baliknya. jadi tugas Aca adalah menghitung jumlah bulatannya lalu menulisnya di atas garam. Nantinya untuk mengetahui benar tidaknya, kartu nya tinggal dibalik saja. Yuk, mari kita mulai.


kartu nya bisa bulatan, garis, atau apa aja buat dihitung Aca. Kebetulan sedang belajar sabar menghitung angka 11 sampai 20. Aca masih suka kecepetan kalau berhitung jadi sering kelewatan.

pertama, kenalam dulu sama garamnya...bisa digambar bentuk geometri. ini Aca sedang bikin lingkaran.

seeprti biasa tulis nama dulu dong..

dihitung satu-satu Ca. Pelan-pelan saja..


tulis angka sesuai jumlah bulatan yang tadi sudah dihitung


seneng melihatnya mau sabar gini. Sambil tertawa senang dan geli hihihi...

Alhamdulillaah, jawabannya Aca benar. Pinter...

Beginilah cara kami belajar. Menulis, membaca, berhitung, bahkan sains. Dengan melakukan permainan yang menyenangkan. Mungkin Aca tidak akan secepat yang lain dalam urusan membaca menulis dan berhitung, tapi aku yakin dia akan sangat menyukainya sampai dia dewasa nanti karena tahu setiap proses belajarnya adalah dengan cara yang membuatnya gembira.



Melukis Bebas ala Aca

Melukis Bebas? Yup..melukis bebas atau suka-suka ala Aca. Tidak ada perintah bikin sesuatu, terserah Aca yang pengen bikin apa.

Tapiii...aku hanya menyiapkan material yang bervariasi untuknya. Bahkan, ada benda-benda yang tidak pernah kami gunakan untuk melukis sebelumnya. Jadi sebelumnya aku contohkan dulu bagaimana cara menggunakannya, sisanya aku biarkan Aca melukis sesukanya.

Melukis menggunakan alat bagus untuk melatih motorik halus anak, meningkatkan kreatifitasnya, serta membantu anak-anak melepaskan stres dan bersenang-senang.

 sponge painter, lego, puzzle foam, kuas lukis, balok kayu. Biar Aca tahu kalau banyak benda yang bisa dijadikan alat lukis. 

balok kayu pun bisa buat melukis Ca..

pakai alat baru selalu seruu


hmm..dan primadonanya adalah alat ini. Sponge painter.

another Aca's masterpiece....

Friday, March 27, 2015

Magnet Painting

Very late post. Setelah bermain magnet sebelumnya, kami kemudian menggunakan magnet untuk melukis. Seru juga ternyata. Bagaimana caranya ? Yuk, kita lihat..




 alat dan bahan : cat air, magnetic wand, magnetic chips, kertas putih, nampan plastik bekas

Kertas diletakkan di dasar nampan. Letakkan magnetic chips diatas kertas


Teteskan cat ke beberapa tempat di kertas



geser-geser magnetic chips nya dengan magnetic wand dari bawah nampan. Gesekan chipsnya akan membentuk gambar abstrak yang unik.


gunakan magnet yang cukup kuat untuk menarik benda magnetic. Ini juga membuktikan bahwa magnet bisa menembus benda padat.

hasilnyaaaa.....nunggu kering, baru deh dipajang.




Wednesday, March 18, 2015

Bermain Magnet

Magnet bukan barang baru bagi Aca. Dulu sudah pernah main dengan benda ini, di rumah juga sering menggunakannya untuk bermain memancing ikan. Tapi sekarang, kami ingin bermain magnet lagi dengan agak serius. Mumpung punya banyak peralatan magnetic. 


Bermain magnet yang pertama ini kami menggunakan magnetic wand dan magnetic chips. Mainan yang bagus sekali kalau menurutku. Magnetic wand nya kuat, sedangkan chipsnya berwarna cerah.


Buku yang kami gunakan dalam permainan ini adalah Yuk Main Sains dengan Magnet. Buku murmer yang berisi banyak eksperimen seru dengan magnet. Eksperimen pertama yang kami lakukan adalah mengambil paku di dalam air. Karena tidak punya paku di rumah, aku menggantinya dengan magnetic chips.

Monday, March 16, 2015

New Playdate : Sekolah Taman



Hari Ahad, tanggal 15 Maret 2015 kemarin, ada acara seru di taman yaitu Sekolah Taman. Acaranya kurang lebih hampir mirip dengan Kudeta (Kumpul dengan Teman) yang dulu pernah diceritakan di sini . Hanya saja Taman Sekolah kali ini lebih seru dan menyenangkan meskipun acaranya tidak sebanyak Kudeta. Kenapa lebih seru? Karena Aca seneng banget hehehe...ya sudahlah, ini dia cerita tentang Aca di Sekolah Taman kemarin.



Pertama kali sampai, Aca langsung ke tempat eksperimen membuat gunung meletus. Kebetulan yang bertugas di eksperimen tersebut tantenya sendiri. Awalnya Aca kelihatan kurang ngeh sama eksperimen ini. Malah bengong pas pertama kali diterangkan. Tapi setelahnya, dia menikmatinya. Kan sudah sering melakukan eksperimen semacam itu di rumah. Akhirnya Aca mu mencoba menuang larutan cuka di gunungnya, juga mau menyentuh gelembungnya.

Main Jepitan

Aca suka banget main jepitan jemuran. Dari yang plastik sampai yang terbuat dari kayu. Dari yang mudah memakainya seperti jepitan plastik besar sampai jepitan kayu kecil yang lumayan susah untuk dibuka. Dari yang mainnya sama printable baju sampai cuma kertas yang dipotong kecil-kecil.

Seperti kemarin, tiba-tiba dia meminta main jepitan ini. Kebetulan punya printable dari prekinders , baiklah, mari bermain...



Printablenya sebenarnya cukup mudah bagi Aca. Hanya mencari gambar yang sesuai dengan huruf depan yang ada diatasnya. Untuk gambar yang benar, Aca harus memasang jepitan kayu di gambar tersebut. Eh iya, sebelumnya aku telah merevisi beberapa huruf karena printable nya kan memakai bahasa inggris, biar Aca tidak kesulitan.


Dan hasilnya adalah Aca memang mengerjakannya dengan mudah. Bahkan dia tidak menyelesaikannya karena seeprtinya cukup membosankan baginya. Tapi setidaknya, aku tahu kalau Aca sudah mengerti tentang huruf-huruf depan sebuah kata. 



Permainan ini sebenarnya juga untuk melatih kekuatan otot tangan. Makanya aku senang kalau Aca juga menyukainya. Kadang Aca tidak sabar dalam memasang jepitan, tapi itulah gunanya berusaha kan hehehe...kita akan melakukannya lebih sering lagi deh...


Thursday, March 5, 2015

Game Kepik

Setelah game transportasi, kami main game kepik. Apa itu? beads kepik kayu disembunyikan di tiga tempat dengan isi yang berbeda. Tugas anak-anak adalah mencari kepik-kepik tersebut lalu menyusunnya di styrofoam yang sudah aku pasang tusuk gigi. Seru jugakah? Yup..seru banget.


 Tiga tempat yang dimaksud adalah beras warna, mi kertas (minjam istilahnya Aca), serta waterbeads. Beras warna alatnya adalah sendok plastik, mi kertas alatnya penjepit, dan waterbeads alatnya scissor scooper. Jadi tidak boleh menggunakan tangan secara langsung. Terlalu gampang mah itu hihihi...


 Memang lumayan susah lho, jadi bagus untuk melatih motorik halus mereka dengan menggunakan alat-alat tersebut. Butuh koordinasi tangan mata yang bagus  juga saat memasang kepik ke tusuk gigi dengan cepat.


Dan yang pasti, permainan ini bikin berantakan banget hahaha...beras dan waterbeadsnya berceceran dimana-mana karena mereka buru-buru banget sampai tumpah-tumpah. Tapi bukankah hal itu yang bikin anak-anak makin seneng yah?

Jadi teman, sekali-kali gak papa kok rumah berantakan dan kacau balau untuk arena belajar dan bermain anak-anak hebat kita ^_^.

Game Transportasi

Hasil Sharing Perkembangan Siswa akhir bulan Februari kemarin adalah bahwa Aca susah untuk diajak berlomba dengan teman-temannya. Ada-ada saja alasannya. Capek lah, ingin minum dulu, mau ke kamar mandi dulu, dan macem-macem caranya ngeles. Padahal perasaan di rumah sudah sering aku ajak lomba bareng sepupunya Fida dan Ara. Padahal juga, sudah sering aku bicarakan padanya bahwa tidak penting kalah menangnya, yang penting adalah bersenang-senang dan bekerja sama dengan teman. Hmm..mungkin harus lebih sering diajak lomba bareng ya?

Karena itu, weekend kemarin, kami main lomba sederhana bertiga dengan sepupunya. Yang gampang saja sih biar anak-anak merasa senang dulu. Permainan kami yaitu mengelompokkan alat-alat transportasi ke  jenis transportasi darat, laut atau udara. Sekalian biar Aca latihan membaca juga sih.


 Aku menggunakan felt board, printable dari themeasuredmom, serta selotip kertas. Printable yang sudah dilaminating dan dipotong-potong, serta ditempel velcro aku tempatkan di kotak tempat sampah. Nantinya anak-anak harus mengambil satu per satu kartu dan berlari menempelkan kartu ke felt board yang sesuai apakah itu jenis transportasi darat, laut atau udara.



Awal menerangkan kepada anak-anak harus jelas dan perlahan. Bahkan sempat aku contohkan agar Aca mengerti. Tapi ternyata setelahnya, mereka bisa bermain dengan benar kok.Siapa yang menang? Tentu saja Fida. Dia kan sudah mahir banget membaca. Nomor duanya Aca. Walaupun tidak salah dalam mengelompokkan, tapi dia kelihatan masih bingung antara jenis kendaraan yang tidak familiar olehnya.


Yang jelas, permainan sederhana seperti ini cukup seru dan menyenangkan bagi mereka. Minggu depan main lomba lagi ya Ca..
Share