Pages

Thursday, July 23, 2015

Ramadhan Teristimewa


Assalamualaikum...
Apa kabar semuanya? Selamat lebaran, mohon maaf lahir batin. Semoga ibadah kita semua diterima Allah SWT. Amiinn..

Lama tidak menengok blog, sengaja bulan Ramadhan kemarin, blog nya off dulu. Jadi maafkan baru kali ini bisa ada postingan baru.

Banyak banget yang ingin diceritakan disini. Yang pertama, tentu saja adalah tentang ramadhan teristimewa untuk kami. Kenapa istimewa? karena tahun ini adalah tahun pertama bagi Aca untuk belajar puasa. Sebenarnya tahun kemarin, Aca sudah mulai aku kenalkan dengan ibadah puasa seperti yang sudah diceritakan di sini. Tapi kali ini, Aca benar-benar belajar puasa. Meskipun baru puasa setengah hari.

1.Sebelum Puasa

Sounding tentang puasa sudah aku lakukan jauh hari. Bahkan dua bulan sebelumnya aku sudah mulai banyak membicarakannya dengan Aca. Tentang apa itu puasa, apa yang boleh dan tidak boleh, serta tentang asiknya puasa. Hampir setiap hari. Kadang sambil lalu aku bilang 'besok kalau bulan puasa, kita tidak boleh makan di siang hari begini lho Ca. Makannya menunggu adzan maghrib' Awalnya sih Aca selalu protes saat tahu kalau puasa itu tidak boleh makan dan minum sesuka hatinya. Iyalah, Aca yang sehari bisa makan 5 kali dan minum 2 liter air putih gitu lhoh...


Dandangan
Tapi selain banyak batasan selama puasa, kami semua juga sering cerita asiknya puasa.  Seperti misalnya adalah adanya tradisi Dandangan di kota kami. Dandangan adalah sebuah festival yang diadakan di kota Kudus untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ada pasar malam dan kirab dalam tradisi dandangan ini. Dua minggu sebelum puasa, jalanan di sekitar Masjid Menara Kudus sudah ramai dengan para pedagang dan pasar malam dengan banyak permainan anak-anak. Apalagi lokasi pasar malamnya dekat sekali dengan sekolahnya Aca, pas deh dengan suasana ramadhannya.


gambar dari sini
Penjual mainan tradisioanal yang banyak berdagang di sepanjang jalan

Aca selalu suka melewati deretan penjual kios yang berjejer di sepanjang jalan. Kebanyakan yang dijual adalah mainan anak-anak. Walaupun tidak minta mainan, tapi dia hampir tiap hari mengajak melewati jalan dandangan. 'Lihat-lihat tok Umi..' katanya setiap aku mau menolak.

Tarhib Ramadhan
Seperti tahun kemarin, di sekolah juga mengadakan tarhib ramadhan. Kalau dulu orang tuanya boleh ikut, kali ini anak-anak tidak ditemani orang tua. Jadinya fotonya seadanya saja deh. Aca senang sekali mengikutinya. Heboh cerita dan nyanyi-nyanyi tentang puasa saat pulang. Saat ditanya sudah siap puasa? mantap sekali jawabnya 'iya'.

Tarhib ramadan bersama teman-teman sekelas

Peralatan Tempur
Sejak Awal puasa sampai mendekati akhir ramadhan, kebetulan sekolah libur. Antara sedih dan senang. Sedih karena akan berat membuat Aca sibuk di rumah seharian sementara aku juga masih harus kerja, dan senang karena ini adalah waktunya bagi aku untuk membersamai puasa Aca seutuhnya. Biasanya kan masih dibantu guru-gurunya di sekolah untuk memberikan banyak semangat dan motivasi untuk belajar puasa. Sampai-sampai uminnya benar-benar senewen menyiapkan semuanya sendiri. Deg-degan banget. Belajar dari pengalaman tahun lalu yang minim persiapan, kali ini sudah menyiapkan banyak 'peralatan tempur' heheh...apa saja peralatan tempurnya?

a. Hiasan Rumah
Ini kamar yang dihias untuk menyambut ramadhan. Garland ramadan dari hasil finger painting anak-anak, bintangnya mereka yang membuat sendiri, serta ikan-ikan dari origami kertas.

b. Buku
Untuk bacaan selama ramadhan, selain buku-bukunya yang sudah ada, aku membelikannya buku khusus tentang puasa. Harapannya, akan semakin membuat Aca bersemangat puasa.

Buku tentang puasa yang ada di toko buku terdekat hanya dua ini. Next, pengen cari referensi buku ramadhan lain hehe.. 

c. Jurnal, kartu, dan kalender Ramadhan

Selain kartu cerita Kisah Pedagang & Tabib, semuanya handmade.

Jurnal Ramadan sejenis buku kosong yang akan diisi Aca setiap pagi. Bisa dipakai menulis atau menggambar. Idenya dari sekolah yang biasa mengisi buku jurnal setiap pagi sebelum belajar.

 Juga Ada kartu cerita dari @rabbitholeid yang berisi kartu cerita sebanyak 30 buah untuk hadiah puasa Aca setiap harinya. Kartu ini bagus sekali. Berisi potongan-potongan cerita sambil belajar huruf hijaiyah juga.


Kalender ramadhan sederhana. Dilengkapi jam dari kertas yang menandakan lima waktu sholat. Ditambah jumlah rakaatnya karena Aca masih suka lupa tentang rakaat masing-masing sholat wajib.

Selain itu semua, tentu saja tentang rencana aktivitas Aca selama bulan puasa, banyak mainan, dan yang paling aku utamakan adalah Doa. Yup. Ada doa khusus setiap hari dari sebelum puasa sampai lebaran tiba. Doa agar Aca kuat puasa dan selalu sehat selama belajar puasa kali ini. 

2. Pelaksanaan Puasa

Hari pertama, Beraaaaaat banget. Jam 10 pagi Aca sudah merengek  minta makan. Jam 11 mulai marah-marah. Sampai mesti diajak jalan-jalan keliling kota yang tidak juga berhasil membuatnya tenang. Sorenya juga sama. Sampai beberapa hari kedepan masih belum terbiasa. Aku harus mengajaknya jalan-jalan setiap hari biar lupa kalau sedang puasa. Di minggu pertama, seisi rumah kerepotan membuatnya sibuk.

Alhamdulillah, di minggu kedua, Aca mulai terbiasa. Sudah bisa diajak play n learn serta bikin-bikin untuk mengisi waktu liburnya. Kami membuat craft bersama, baca buku di taman, dan berbagi makanan buka puasa di setiap akhir pekan.

 bikin diorama penggembala domba dan pohon keluarga Nabi Muhammad SAW.

 
Baca buku di taman sambil menunggu buka puasa

Berbagi makanan buka puasa untuk teman dan tetangga

 

Bikin kartu lebaran untuk guru-guru di sekolah

Salah satu yang ditunggu Aca adalah membuka kartu cerita nya setiap hari. Jadi setelah buka puasa, Aca boleh mengambil satu kartu untuk dibuka dan dibaca. Sebagai hadiah karena Aca telah menyelesaikan puasanya hari itu. Sebenarnya sih, Aca belum begitu tertarik sama ceritanya, tapi dia suka mengambil kartu dari kalender ramadhannya dan membuka kartunya. Seringnya sih dia tidak memperhatikan cerita yang aku bacakan. Tapi it's ok, masih bisa dipakai untuk besok-besok kok Ca..

Dan istimewanya adalah...Aca berhasil menyelesaikan puasanya sebulan penuh. Meski setengah hari berbuka lalu puasa lagi sampai maghrib, tapi hebat sekali perjuangannya. Disaat ditawari makanan orang pun dia bisa menolak dan bilang 'aku puasa'. Bagiku, itu sangat luar biasa. Ah, bangga sekali padamu Ca..

3. Idul Fitri
Karena aku inginnya Aca lebih  excited menyambut ramadhan daripada menyambut idul fitri, maka lebarannya pun kami rayakan dengan sederhana. Tidak heboh membelikannya banyak baju baru. Aku ajak dia menghias rumah dengan printable dan menyiapkan makanan bikinan sendiri.  Tapi Aca semangat sekali melihat takbir keliling, ikut sholat id di masjid sampai seperti tidak pernah lelah ikut silaturahim kemana-mana berhari-hari. Anak-anak memang mempunyai energi luar biasa ya? hehehe...


Hari lebaran, bolak balik Aca tanya 'boleh makan?' 'sekarang tidak puasa?' masih kebawa sepertinya kebiasaan puasanya.


Mengingat cerita ramadhan tahun ini, membuatku tidak berhenti bersyukur. Telah melewati ramadhan teristimewa bersama Aca. Membersamainya. Semoga akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan baginya, sama seperti aku yang tidak akan pernah melupakan kenangan ramadhan pertamanya. Semoga kami dipertemukan dengan ramadhan berikutnya agar bisa menjadikannya lebih istimewa lagi. Amiinn...

Tulisan ini diikutsertakan dalam IHB Blog Post Challenge Ramadhan yang diadakan oleh indonesian-hijabblogger.com



7 comments:

  1. beruntungnya mas Aca punya Ibu yang kreatif pula :)

    ReplyDelete
  2. Mas aca-nya pinterr, uminya keren dan kreatiiiif. Kudu berguru niiih...:D

    ReplyDelete
  3. Terima kasih mbak mbak semua. Jadi malu ih, benar-benar belum apa-apa. Terima kasih sudah mampir disini yaah..

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum
    Bunda, berapa tahun usia anaknya? Sangat inspiratif buat saya yang punya anak laki-laki usia 2.5 tahun :)

    Oya, Bunda sudah tahu belum kalau tulisan ini masuk sebagai salah satu pemenang di IHB? Selamat yaaa :)

    Yuk kunjungi web IHB untuk info lebih lengkapnya :)

    Salam

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum
    Bunda, berapa tahun usia anaknya? Sangat inspiratif buat saya yang punya anak laki-laki usia 2.5 tahun :)

    Oya, Bunda sudah tahu belum kalau tulisan ini masuk sebagai salah satu pemenang di IHB? Selamat yaaa :)

    Yuk kunjungi web IHB untuk info lebih lengkapnya :)

    Salam

    ReplyDelete
  6. Waalaikum salam mba Okta. Aca tahun ini berumur 5 tahun. Salam kenal yaaa...
    Alhamdulillah mba. Menang. hehe...Terima kasih...

    ReplyDelete

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Share