Friday, November 6, 2015

Diorama Siklus Air : Belajar tentang Hujan


Belum musim hujan memang, tapi sebelum musim hujan yang sebenarnya tiba, kami sudah sering membicarakannya. Tentang banyaknya kebakaran di hutan, tentang kabut asap, dan betapa kami berharap hujan turun agar asapnya bisa segera hilang.


Kemudian kami membuat diorama sederhana tentang terjadinya hujan. Dari kertas kardus bekas dan banyak kertas warna warni. Menyenangkan membuatnya bersama Aca. Aca kebagian tugas menempel kapas untuk dijadikan awan, membulatkan kertas krep untuk dijadikan rumput, serta menulis bagian-bagian gambar.


Eh iya, diorama ini juga disertakan dalam lomba RBA seperti siklus kupu-kupu kemarin. Sekalian hehe...

Thursday, November 5, 2015

Diorama Siklus Kupu-Kupu

Bulan Oktober lalu adalah ulang tahun RBA, dan untuk memperingatinya ada lomba membuat hasta karya atau alat peraga edukatif untuk murid dan orang tua. Kami berdua? tentu saja tidak akan melewatkannya. Sudah banyak ide di kepala, tapi saat mau mengeksekusinya...Aca terserang sakit cacar yang membuatnya harus istirahat total di rumah. 

Dan di hari-hari terakhir lomba, saat Aca sudah cukup sehat untuk diajak membuat prakarya bersama, inilah yang kami buat. Diorama Siklus Kupu-Kupu. Karena syarat lombanya adalah menggunakan bahan-bahan bekas, maka kami sebelumnya mengumpulkan barang-barang di rumah untuk persiapan. Ada kardus, ranting kering, alumunium foil bekas, kertas majalah bekas. Untuk hiasannya kami menggunakan pompom dan kertas origami.

Daunnya dari foam sheet warna hijau. Telur kupu-kupu terbuat dari biji petai cina kering.

Wednesday, November 4, 2015

DIY Topeng Binatang dari Foam Sheet

Foam sheetnya dibikin apa lagi ya setelah bikin magnetic foam sheet kemarin? Request anak-anak adalah bikin topeng. Waaah...ada-ada saja. Aslinya gak kepikiran mau bikin topeng dari foam sheet, tapi memang ya..namanya anak-anak, selalu punya ide cemerlang. Yang sudah tua sih idenya itu-itu saja hahaha...

Alhamdulillah, menemukan banyak referensi keren di internet. Ada yang topeng superhero, binatang, sampai bentuk yang aneh-aneh untuk pesta kostum. Dan pilihan jatuh ke animal mask dari eighteen25.com. Dilengkapi printablenya juga lhoo...jadi tinggal print dan bikin polanya ke foam sheet. 



Seperti biasa, anak-anak selalu suka semua mainan bikinan sendiri. Walupun seadanya dan dengan bentuk yang tidak sempurna, tapi memang terasa lebih istimewa.


Itu semua topeng aslinya. Setelah itu, hasil kerempongan anak-anak yang minta ditambahin ini itu di topeng masing-masing. Ada yang ditambahin kumis, alis, pita-pita, begitulaaahh...

DIY Magnetic Foam Sheet

Bikin mainan dari foam sheet atau art foam atau busa ati selalu menyenangkan. Material ini cukup lentur tapi tidak mudah sobek seperti kertas. Warna-warni dan bisa dikreasikan jadi banyak mainan. Kebetulan ada teman yang mau patungan buat beli foam sheet dalam bentuk lembaran besar, jadi alhamdulillah bisa dapat harga yang jauuh lebih murah daripada beli yang sudah potongan di toko buku.


Kemarin kami membuat pattern shape dari art foam ini. Terinspirasi dari pattern block nya Aca yang sangat disukainya tapi sayangnya tidak bisa ditempel-tempel. Jadilah aku membuat duplikasi patternnya kemudian aku tempel magnetic sheet. Taraaaa...jadi deh.



Beberapa modifikasi bentuk dari pattern blocknya adalah aku membuat lingkaran, setengah lingkaran, serta persegi panjang besar dan kecil. Jadi lebih bisa dibuat macam-macam bentuk sekalian belajar shape juga.


Pattern ini kami mainkan di kulkas. Seperti biasa Aca selalu bikin masjid dulu untuk permulaan. Lalu main tempel-tempel saja bikin mobil, orang, dan entah apa lagi namanya hihihi...




Selain bisa di tempel di pintu kulkas, kemarin kami menggunakan loyang kue untuk menempelkannya. Kan lumayan bisa dibawa kemana-mana, tidak harus duduk di depan kulkas terus ya Ca..



Balok Spon, Bukan Balon Biasa

Bisa dibilang Aca suka sekali main balok. Aca memang suka mainan yang berhubungan dengan dengan membangun dan membentuk seperti balok dan pattern block seperti yang pernah aku ceritakan di sini.  Kalau puzzle Aca kurang suka. Sering gak sabar main puzzle, apalagi yang bentuknya kecil-kecil gitu.

Kalau balok, sering Aca cerita kalau di sekolah, dia sering sekali membuat rumah, bentuk-bentuk dari balok kayu. Ingin juga menyediakan balok juga untuk di rumah. Tentu saja tidak sebanyak yang ada di sekolah, tapi kuharap cukup untuk dipakai Aca berkreasi sesukanya.

Mulailah mencari mainan balok yang cocok digunakan di rumah. Daan...akhirnya aku menemukan Balok yang bagus banget. Balok spon namanya. Dari namanya sudah jelas kan kalau beda banget dengan balok kayu seperti balok pada umumnya. Balok spon ini ringan, warna-warni, tapi kuat. Terdiri dari macam-macam bentuk dan ukuran. Dilengkapi dengan tempat penyimpanan jadi cocok banget bagi kami yang rumahnya sempit. Dan yang paling penting, Aca sukaaaa sekali. Setiap hari pasti dimainkan olehnya. Lumayan banget saat aku tidak sempat menyiapkan bahan play n learn nya.

Tuesday, November 3, 2015

Kapal Berbendera

Alhamdulillah, Aca punya material mainan baru. Namanya Pool Noodle. Aslinya ini adalah alat bantu berenang ataupun sering digunakan untuk pembatas kolam renang. Kalau bagi kami, pool noodle ini material mainan yang keren banget. Mau tahu bisa dibikin mainan apa aja? Yuk kita lihat..

Pertama menggunakan pool noodle, kami membuat kapal-kapalan. Tentu saja kapal adalah hal pertama yang terpikirkan karena benda ini kan terapung hihihi...Karena Aca baru sekali ini melihat pool noodle, tentu saja kapal versi ini pun jadi sedemikian menarik olehnya.



Untuk hiasan kapalnya, aku menggunakan stik es krim dan printable bendera. Kenapa bendera? Hanya iseng saja sih, sekalian mengenalkan Aca sama bendera-bendera di dunia. Aca kan baru tahu tentang bendera Indonesia merah putih saja. Besok-besok bisa lebih fokus tentang bendera ini, tapi yang jelas, kami bersenang-senang dengan kapal berbendera ini. Awalnya aku menyiapkan magnet serta wand. Aku pikir, seru kalau nanti kapalnya bisa ditarik menggunakan magnet. Tapi ternyata, magnetnya susah nempel di pool noodlenya memakai lem biasa, jadinya magnetnya tidak kami gunakan lagi.


Agar lebih seru, Aca berlomba kapal dengan Fida. Caranya dengan semprotan air. Menggerakkan kapal secepat mungkin dengan menyemprotnya dengan semprotan air. Seruuu sekali...meskipun benderanya jadi basah kuyup karena dari kertas HVS biasa hehehe..


Kita akan main-main lagi dengan pool noodle ini. Nantikan yang kami buat selanjutnya yaaaa...

Membuat Ramuan Berbusa

Kali ini kami membuat sebuah eksperimen kecil menggunakan baking soda dan cuka. Hmm...bahan seksperimen sejuta umat kan? hehe...Kami sebenarnya sudah sering melakukan eksperimen dengan bahan-bahan tersebut, tapi karena tidak membosankan jadi tidak ada salahnya kami coba lagi.

Yang berbeda kali ini adalah kami menambahkan beberapa glitter dan manik-manik kecil. Layaknya ramuan busa milik penyihir di film-film kartun. Ini dia yang harus disiapkan :

Air dan pewarna, baking soda, cuka, dan glitter atau manik-manik

Cuka dan pewarna dicampur, lalu masukkan baking soda memakai sendok pelan-pelan. Taburkan glitter dan manik-manik-manik. Dan lihatlah keajaiban yang terjadi...ramuan berbusanya sudah jadiii....


Dan Aca takjub sekali mengamati setiap busa yang yang sampai tumpah-tumpah melebihi gelasnya. Dan kalau sudah begini, eksperimennya berhasil !!!

Surat Cinta untuk Aca

Beberapa waktu lalu aku harus keluar kota selama beberapa hari untuk mengikuti pelatihan. Artinya, harus meninggalkan Aca selama itu. Waah, harus memutar otak untuk menyiapkan sesuatu agar Aca tidak terlalu merasa kehilangan, juga untuk membuat Aca tetap bermain dan belajar meskipun tidak ada aku untuk menemaninya.

Jadi, sebelum pergi aku sudah menyiapkan satu aktivitas untuk setiap harinya. Tiap aktivitas aku masukkan ke dalam sebuah amplop coklat besar yang sudah aku tulis nomor untuk satu hari. Tiap aktivitas berbeda tema dan kegiatan agar Aca tidak bosan. Selain itu, aku juga menyiapkan sebuah surat untuk setiap harinya. Pesan bahwa uminya harus pergi bekerja beberapa hari, bahwa Aca harus sabar menungguku pulang, dan Aca yang harus tetap belajar, juga bahwa walaupun harus pergi, serta uminya yang  tetap sangat menyayanginya.

Satu amplop untuk satu hari. Ada lima amplop untuk lima hari.

Share