Monday, June 24, 2019

KURMA 4 ; Kemilau Ramadhan Gemerlap Kemenangan




Seperti janjiku di post sebelum ini, aku akan bercerita lebih detil tentang beberapa hal yang istimewa di bulan Ramadan kemarin. Kegiatan yang kuikuti dan aku terlibat di dalamnya. Yang pertama adalah KURMA. Cerita tentang KURMA sudah pernah aku post di sini. Nah, tahun ini adalah tahun ke empat KURMA. Atau tahun ketiga bersamaku dan Yuk Main.

KURMA adalah kependekan dari Kegiatan buka bersama di bulan ramadan. Kegiatan ini diprakarsai oleh beberapa komunitas di Kudus. Sejak awal dibentuknya, memang semua panitia terdiri dari relawan-relawan komunitas yang berbeda. Untuk tahun 2019 ini, komunitas yang bergabung di KURMA adalah Kresek, Kudus Mengajar, Lintas Photography dan Yuk Main. Berkurang dari jumlah komunitas Kurma Tahun lalu, tapi tentu saja tidak mengurangi semangat kami. Panitia KURMA dibentuk tiga bulan menjelang bulan Ramadan. Panitia ini terdiri dari perwakilan masing-masing komunitas.

Langkah pertama adalah menentukan lokasi sasaran KURMA. Tiap tahun kami usahakan berganti lokasi kecamatannya. Tahun ini berdasarkan usulan terbanyak jatuh di Kecamatan Gebog. Kemudian dibentuk tim survey yang bertugas untuk mengumpulkan data anak yatim, dhuafa dan melihat ketersediaan tempat untuk acara.  Setelah melalui survey beberapa desa, panitia bersepakat untuk melaksanakan KURMA di desa Besito Kecamatan Gebog.

Lokasi dan jumlah penerima sudah fix, dan dimulailah perjalanan menggalang donasi. Inilah yang istimewa dan sampai sekarang belum kutemukan di acara manapun. Kami, masing-masing komunitas yang sebenarnya punya latar belakang, visi misi serta kegiatan yang berbeda, bahu membahu mengumpulkan donasi. Caranya, banyak sekali, yang sampai sekarangpun masih membuatku bangga pernah menjadi bagian dari mereka.

Monday, June 17, 2019

CERITA RAMADAN TAHUN INI




Bagaimana kabar ramadan dan lebarannya teman-teman semuanya? Semoga menyenangkan yaa..

Aku, di ramadan dan lebaran tahun ini, lagi-lagi ada yang kurang lengkap. Tapi yang berbeda adalah, sekarang aku merasa jauh lebih tenang. Sedih? Banget. Masih sempat menangis menjelang dan sesudah sholat Id meskipun sudah sekuat  tenaga menahannya. Tapi, kemudian aku sadar kalau Allah Maha baik. DIA sudah menjadikanku semakin kuat dari waktu ke waktu. 

Naah, aku mau cerita keseruan Ramadan kemarin. Sejak sebelum Ramadan, aku memang bertekad menjadikan ramadan ini spesial dalam urusan ibadahku. Aku berkali-kali kalah.Sering ha nya memasang target di awal tapi kenyataan di akhir gagal total. Aku tidak mau kehilangan kesempatan lagi. Siapa tahu ini adalah Ramadan terakhirku. Tidak mau dong gagal dan menyerah setiap tahunnya. Makanya aku mempersiapkan semaksimal mungkin. Seperti ini persiapanku kemarin :

1. Membuat Rundown Ramadan
Urusan rundown memang sudah biasa untukku. Di acara Yuk Main setiap bulan yang hanya untuk setengah hari aja kami menyiapkan rundown sedetil mungkin. Sedangakan ini Ramadan lho. Bulan mulia. Bulan terbaik di antara bulan-bulan lainnya. Masak sih aku gak nyiapin apa-apa?
Jadi aku membuat rundown per hari. Mulai dari sahur sampai sahur lagi. Aku buat list apa-apa yang bisa aku lakukan. Ibadah apa yang bisa aku maksimalkan. Berhasil? Alhamdulillah. Sangat membantuku untuk menjaga semangat sepanjang bulan. Aku tipe orang yang gampang bosan dan terganggu sama godaan, jadi punya list lumayan mengingatkan target yang harus aku kejar. Rundown inilah yang kemudian membuatku takjub kalau ternyata aku bisa melakukan sesuatu yang selama ini aku pikir tidak bisa. Ternyata hanya butuh tekad dari sendiri. Apalagi soal ibadah. Butub dipaksa hehehe.

2. Menjaga Kesehatan
PR untukku banget. Beberapa waktu sebelum ramadan, aku memang sudah mencoba memperbaiki pola makan dan hidup lebih sehat. Aku dulu sangat tergantung kepada paracetamol karena sering merasakan sakit kepala, nyeri dan demam. Setiap minggu setidaknya ada satu hari saat aku minum 3 pil untuk pereda rasa sakit. Sampai kemudian aku mengetahui postingan dokter Zaidul Akbar di akun istagramnya. Mulai deh menyadari ada yang salah dengan tubuhku dan gaya hidupku selama ini.  Jadi, aku menggunakan challenge ramadan dari beliau selama bulan ramadan. Berat? Iya. Harus say no to gorengan, nasi putih, gula. Bisa? Masih belum bisa 100 %, tapi hey, bisa lho ternyata buka puasa gak minum es, hanya makan kurma, air putih dan kacang. Kuat tarawih , tilawah, mudah bangun malam dan kerja. Soal ini akan aku ceritakan di blogpost lain ya. Ajaibnya lagi,aku nggak pernah merasa sakit sama sekali. Nggak lemes mesti siangnya harus kerja panasan sepanjang hari.

3. Merancang Proyek Kebaikan
Menjaga agar semangat terus terjaga selama 30 hari sangat tidak mudah. Untuk itu aku merancang proyek kebaikan yang harus aku lakukan agar tidak punya alasan untuk bermalas-malasan . Hal-hal sederhana seperti sedekah, membantu orang lain, sampai menjadi relawan kegiatan ramadan. Aku juga mengagendakan mengadakan buka bersama seminggu sekali di rumah anak-anak yatim dan dhuafa. Tapi sayangnya failed.  Lagipula ku memikirkan untung ruginya. Belum tentu yang punya rumah nyaman dengan kehadiranku. Terus bisa membuatku melewatkan beberapa hal rutin yang biasa kulakukan di rumah. Tapi Alhamdulillah digantikan oleh banyak kegiatan yang kuikuti seperti:
Share