Monday, June 17, 2019

CERITA RAMADAN TAHUN INI




Bagaimana kabar ramadan dan lebarannya teman-teman semuanya? Semoga menyenangkan yaa..

Aku, di ramadan dan lebaran tahun ini, lagi-lagi ada yang kurang lengkap. Tapi yang berbeda adalah, sekarang aku merasa jauh lebih tenang. Sedih? Banget. Masih sempat menangis menjelang dan sesudah sholat Id meskipun sudah sekuat  tenaga menahannya. Tapi, kemudian aku sadar kalau Allah Maha baik. DIA sudah menjadikanku semakin kuat dari waktu ke waktu. 

Naah, aku mau cerita keseruan Ramadan kemarin. Sejak sebelum Ramadan, aku memang bertekad menjadikan ramadan ini spesial dalam urusan ibadahku. Aku berkali-kali kalah.Sering ha nya memasang target di awal tapi kenyataan di akhir gagal total. Aku tidak mau kehilangan kesempatan lagi. Siapa tahu ini adalah Ramadan terakhirku. Tidak mau dong gagal dan menyerah setiap tahunnya. Makanya aku mempersiapkan semaksimal mungkin. Seperti ini persiapanku kemarin :

1. Membuat Rundown Ramadan
Urusan rundown memang sudah biasa untukku. Di acara Yuk Main setiap bulan yang hanya untuk setengah hari aja kami menyiapkan rundown sedetil mungkin. Sedangakan ini Ramadan lho. Bulan mulia. Bulan terbaik di antara bulan-bulan lainnya. Masak sih aku gak nyiapin apa-apa?
Jadi aku membuat rundown per hari. Mulai dari sahur sampai sahur lagi. Aku buat list apa-apa yang bisa aku lakukan. Ibadah apa yang bisa aku maksimalkan. Berhasil? Alhamdulillah. Sangat membantuku untuk menjaga semangat sepanjang bulan. Aku tipe orang yang gampang bosan dan terganggu sama godaan, jadi punya list lumayan mengingatkan target yang harus aku kejar. Rundown inilah yang kemudian membuatku takjub kalau ternyata aku bisa melakukan sesuatu yang selama ini aku pikir tidak bisa. Ternyata hanya butuh tekad dari sendiri. Apalagi soal ibadah. Butub dipaksa hehehe.

2. Menjaga Kesehatan
PR untukku banget. Beberapa waktu sebelum ramadan, aku memang sudah mencoba memperbaiki pola makan dan hidup lebih sehat. Aku dulu sangat tergantung kepada paracetamol karena sering merasakan sakit kepala, nyeri dan demam. Setiap minggu setidaknya ada satu hari saat aku minum 3 pil untuk pereda rasa sakit. Sampai kemudian aku mengetahui postingan dokter Zaidul Akbar di akun istagramnya. Mulai deh menyadari ada yang salah dengan tubuhku dan gaya hidupku selama ini.  Jadi, aku menggunakan challenge ramadan dari beliau selama bulan ramadan. Berat? Iya. Harus say no to gorengan, nasi putih, gula. Bisa? Masih belum bisa 100 %, tapi hey, bisa lho ternyata buka puasa gak minum es, hanya makan kurma, air putih dan kacang. Kuat tarawih , tilawah, mudah bangun malam dan kerja. Soal ini akan aku ceritakan di blogpost lain ya. Ajaibnya lagi,aku nggak pernah merasa sakit sama sekali. Nggak lemes mesti siangnya harus kerja panasan sepanjang hari.

3. Merancang Proyek Kebaikan
Menjaga agar semangat terus terjaga selama 30 hari sangat tidak mudah. Untuk itu aku merancang proyek kebaikan yang harus aku lakukan agar tidak punya alasan untuk bermalas-malasan . Hal-hal sederhana seperti sedekah, membantu orang lain, sampai menjadi relawan kegiatan ramadan. Aku juga mengagendakan mengadakan buka bersama seminggu sekali di rumah anak-anak yatim dan dhuafa. Tapi sayangnya failed.  Lagipula ku memikirkan untung ruginya. Belum tentu yang punya rumah nyaman dengan kehadiranku. Terus bisa membuatku melewatkan beberapa hal rutin yang biasa kulakukan di rumah. Tapi Alhamdulillah digantikan oleh banyak kegiatan yang kuikuti seperti:

KURMA (Kegatan Buka Bersama di Bulan Ramadan)
Tahun ketiga jadi salah satu panitia. Yuk Main seperti biasa jadi salah satu komunitas yang bergabung dalam jajaran panitia, jadi sibuk menyiapkan ini itunya. Capek, seru, tapi sangat menyenangkan.

PRK/Pesantren Ramadan Kreatif
Jadi relawan yang bertugas mendampingi anak-anak selama dua hari. Sudah dua kali ini sih sebenarnya, tapi tahun ini ternyata jauh lebih seru dan lebih banyak belajar banyak hal. Cerita tentang PRK ini akan ada di blog post sendiri nanti.
Mengisi Acara di Taman Baca
Sebuah tawaran mendadak dari seorang teman untuk mengisi kegiatan sebuah taman baca kecil di lereng gunung. Pengalaman pertama. Yang sebentar tapi sangat berkesan dan membuatku terinspirasi. Aku terkesan kepada semangat beberapa relawan di sana yang meskipun hanya didatangi beberapa anak untuk membaca buku, tapi mereka tetap bersemangat. Dan aku jadi punya ide untuk menggabungkan sebuah taman baca dengan taman main agar anak-anak punya pilihan kegiatan ketika mereka sedang tidak ingin membaca. 

Kegiatan lainnya, yang sebenarnya sangat membuatku terkesan adalah dengan menjadi relawan yang  menyalurkan paket lebaran untuk anak yatim dan dhuafa. Hal sederhana yang menjadi bahan renunganku  sampai beberapa waktu ke depan. Salah satu pemicu yang membuatku ingin menghidupkan lagi blog ini. Untuk berbagi manfaat. Berbagi kisah. Dan terutama, sebagai catatan yang akan dibaca Aca kelak. Aku harap dia akan bisa berbuat jauuuuh lebih banyak untuk umat dibanding aku.

Insya Allah akan ada cerita-cerita lagi setelah post ini. Doakan agar lancar dan makin bisa membagi waktu dengan baik. Saling mendoakan dan menguatkan ya.


No comments:

Post a Comment

Share