Monday, December 14, 2020

GABIN TAPE

 


Dulu pernah ada yang request resep gabin tape kan? Maafkan baru bisa bikin kemarin pas agak luang waktunya. Padahal sebenarnya membuat gabin tape itu sangat gampang sekali. Sambil merem juga bisa hahaha..

Jadi kalau di rumah ada tape bisa nih dibikin gabin tape seperti ini. Tinggal beli gabin crckernya aja. Mari kita mulaiii..

Bahan :

10 keping gabin crackers

200 gr tape singkong

1 sachet susu kental manis putih

1 sdm tepung terigu

Cokelat masak secukupnya, serut kasar

 

Cara Membuat :

Haluskan tape dan buang sumbunya

Tambahkan susu kental manis dan tepung terigu. Aduk rata.

Ambil satu buah gabin, beri adonan tape, beri serutan cokelat masak, tutup dengan gabin

Rekatkan dan rapikan pinggirnya.

Goreng dalam minyak yang sudah panas dan dengan api sedang hingga kecokelatan.

 

Tips :

Kalau tapenya kurang manis, boleh ditambah gula pasir

Goreng dengan minyak yang sudah panas. Balik sekali saja agar tidak menyerap terlalu banyak minyak dan gabin tetap crispy.

 

Selamat mencobaaa..

HUJAN

 


Dari yang katanya mengingatkan pada kenangan

Atau seribu hal romantis yang menyertainya

Engkau tidak bisa mengaturnya meskipun ingin

Hujan datang jika sudah waktunya tiba

Tanpa diminta, tanpa dicegah

 

Hujan bagiku hanyalah sebuah episode keseharian

Yang berarti membuat celana dan sepatu basah seharian

Yang memaksamu tetap harus keluar mesikupun sangat nyaman bergelung di selimut tebal

Hujan menandakan bahwa ada hal yang harus dilawan

Seperti kemalasan dan kenyamanan yang melenakan

 

Hujan bagi beberapa orang adalah bahagia

Dan bagi beberapa yang lain adalah derita

Tapi hujanpun berkata dia tidak akan terus ada

Akan segera berganti terang, pelangi atau limpahan cahaya

Tidak akan selamanya..

Thursday, December 10, 2020

SIAPA MEREKA?

 


Aku melihat mereka setiap hari. Seringnya setiap aku pulang kerja. Entah siang atau sore hari. Selalu di tempat yang sama. Seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan, dan seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun.

Pertama kali melihat mereka, wanita itu (anggap saja itu ibunya) sedang duduk di trotoar yang tidak pernah dilewati orang. Trotoar itu terputus di tengah jalan yang menghubungkan rumah-rumah dan persawahan, jadi memang kecil kemungkinan ada orang yang akan melewatinya.

Saat itu aku belum melihat si anak. Di samping ibu itu ada dua bungkus plastik kecil dan satu buah payung. Kupikir, dia itu pengemis atau pemulung yang sedang beristirahat di jalan. Atau mungkin juga orang gila. Besoknya, ketika aku melewati jalan itu lagi, dia berada di sana. Bersama seorang anak perempuan.

Seorang gadis kecil  kulihat sedang bermain boneka  di sebelah wanita itu yang kemudian aku pikir mereka adalah sepasang ibu dan anak. Sayangnya, aku tidak memperhatikan ibunya sedang berbuat apa. Aku naik  motor. Jadi hanya bisa melihat sambil lalu saja.

Lain hari, aku melihat si gadis kecil menulis di sebuah buku tulis. Sambil bernyanyi sepertinya. Wajahnya terlihat riang. Ibunya seperti biasa sedang duduk di sebelahnya. Siang itu panas, jadi mereka membuka payung, duduk di bawah payung itu, berdua.

Hari ini, aku pulang petang. Hujan turun sejak beberapa hari yang lalu. Dan aku sama sekali tidak menduga kalau mereka berdua masih ada di tempat biasa. Kali ini, aku melihat mereka, masih berteduh di satu buah payung besar yang kelihatan sudah kumal. Si gadis kecil sedang berbaring di pangkuan ibunya. Mereka sepertinya sedang mengobrol sambil sesekali tertawa.

Di tengah hujan, yang meskipun tidak terlalu deras saat itu, mereka kelihatan baik-baik saja. Tapi aku yakin pastilah mereka kedinginan sepertiku yang ingin bisa cepat-cepat pulang. Satu payung untuk berdua pastilah tidak cukup melindungi tubuh mereka. Apalagi mereka hanya duduk di trotoar di pinggir jalan.

Aku selalu membayangkan banyak hal setiap melihat mereka. Bertanya-tanya siapa mereka, apa yang membuat mereka setiap hari ada di sana, apa yang mereka lakukan di sana, dan apakah ada yang bisa kulakukan untuk membantu mereka?

Tapi aku juga masih belum punya kesempatan dan keberanian untuk menepikan motor lalu menyapa mereka. Satu hal yang harusnya kulakukan terlebih dahulu sebelum membantu atau mencari tahu apa yang terjadi dengan mereka. Menyapa mereka. Semoga semesta segera memberiku kesempatan, dan terutama keberanian itu.

Wednesday, December 9, 2020

CERITA-CERITA KEBAIKAN DALAM KEDAI SEDEKAH

 


Sesuai janjiku dulu, aku akan bercerita tentang kedai sedekah yang kami adakan bulan nopember kemarin. Kedai sedekah yang istimewa, karena ada yang tidak biasa dibanding sebelumnya.

Biasanya di setiap kedai sedekah, ada support dana dari kantor Yatim Mandiri. Ini adalah dana dari pusat yang memang harus dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Biasanya sebelum adanya pandemi, setiap bulan, ada kegiatan yang namanya Kesehatan Keliling.  Kami mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak-anak yatim dan dhuafa serta pemberian paket gizi dan sembako,

Adanya pandemi membuat kesling ditiadakan tidak boleh  mengumpulkan orang dalam satu tempat. Sebagai gantinya adalah kegiatan pembagian sembako bagi warga yang terdampak covid, pembagian APD dan kedai sedekah misalnya.

Terhitung, sudah tiga kali kami mengadakan kedai sedekah. Kedai sedekah yang pertama dan kedua masih disupport dana kantor, sedangkan yang terakhr, kami menggalang dana secara mandiri karena alokasi dananya digunakan untuk pembagian beras kepada warga yatim dhuafa.

Kedai sedekah dengan menggalang dana mandiri? Bagaimana bisa? Setidaknya butuh 800 ribu untuk menyiapkan makanan untuk 80 orang, target kami setiap kalinya. Kami akhirnya membuka penggalangan dana melalui  status WA, sosial media, dan bujukan demi bujukan ke teman-teman serta keluarga.

Meskipun kedai sedekah nopember memang tidak wajib kami lakukan, tapi mengingat perjalanan kedai sedekah sebelumnya, kami merasa sayang untuk ditiadakan.  Apalagi aku selalu suka melihat semua orang yang makan di kedai kami, melihat mata berbinar mereka yang bahagia ketika menerima bungkusan nasi yang kami siapkan untuk keluarga di rumah.

Dalam waktu satu minggu, akhirnya kami bisa mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk mengadakan kedai sedekah. Dan di luar dugaan, selain uang,  banyak yang memberikan donasi berupa makanan Sesuatu yang lagi-lagi menjadi kejutan untuk kami.

Ada yang berdonasi pisang satu tandan, kerupuk, makanan ringan yang  banyak sekali, gorengan serta teh hangat yang cukup untuk semua pengunjung dan relawan. Alhamdulillaah. Banyak orang-orang baik di sekitar kami.


 

Kedai sedekah kamipun menjadi lebih meriah. Kalau biasanya di atas tikar tidak ada apa-apanya yang bisa disuguhkan kepada pengunjung sambil menunggu makanannya kami siapkan, sekarang ada beragam cemilan di piring. Lebih bahagia lagi kalau ada yang bersedia membawanya pulang untuk diberikan kepada anak-anaknya di rumah. Lagi-lagi aku terharu..

Hal-hal yang bagi orang lain sepele. Bagi orang lain membeli sebungkus kerupuk untuk diri sendiri sangat mudah dilakukan setiap hari. Tapi ini, ada yang kepikiran untuk memberikannya kepada orang lain agar mereka lebih nikmat makan ditemani kerupuk. Bukankan itu sangat manis?

Seperti sedari awal aku membayangkan kedai sedekah ini nantinya. Aku selalu ingin, agar kedai sedekah kami, menjadi tempat istirahat dan makan yang sangat layak dan nyaman bagi mereka yang membutuhkan. Yang tidak sekadar memberikan nasi bungkus di jalanan. Yang tidak hanya ada orang-orang yang mengantri makanan gratis di warung lalu pulang setelahnya.  Tapi ada cerita-cerita kebaikan yang menyertainya.

Semoga kedai sedekah akan selalu ada ya. Doakan kami ya teman-teman…

Tuesday, December 8, 2020

REVIEW : RIKMA CEM-CEM ALAMI, RAMBUT SEHAT WANGI LEMON ASLI

 


Pertama kali mengenal cem-ceman RIKMA ini dari instagram.Awalnya aku hanya penasaran tentang cem-ceman rambut.  Dari bahasanya, cem-cem atau minyak cem-ceman adalah minyak rambut yang diolah secara tradisional dengan bahan-bahan alami. Minyak cem-ceman ini biasanya terbuat dari  minyak kelapa, daun-daunan seperti daun pandan wangi, daun mangkokan, dan lain-lain.

Kalau RIKMA, cem-ceman rambutnya terbuat dari jeruk limo dan air.  Jeruk limo atau jeruk lemon mengandung vitamin C, B6 dan berbagai mineral vitamin C yang membantu meremajakan dan menyegarkan folikel rambut sehingga mencegah ketrontokan. Sifat antioksidan lemon mencegah kulit kepala dari keruskan akibat radikal bebas dan memfasilitasi pertumbuhan rambut yang sehat. (source: tribunews.com)

Dari deskripsi di akun instagramnya RIKMA cem –ceman rambut ini bermanfaat untuk menumpas ketombe, mengurangi rontok dan meremajakan rambut. Teksturnya creamy, cocok digunakan sebagai masker rambut.

Tertarik dengan deskripsi tersebut, aku akhirnya mencoba beli. Tapi sebelumnya aku akan menceritakan dulu kondisi rambutku. Rambutku tipe berminyak.  Masalah utamaku yaitu sering berketombe dan gatal. Penyebab ketombe untukku adalah aku sering sekali memakai hijab saat rambutku belum kering setelah keramas. Juga sering terburu-buru setiap keramas jadi kemungkinan masih menyisakan residu sampo di rambut yang menyebabkan ketombe. Selain itu, karena tipenya berminyak, rambutku jadi lebih gampang lepek.


 

Tekstur :

Rima cem-ceman rambut ini bertekstur cair dan kental. Tidak terlalu encer kok, dan ada bulir-bulir jeruk limo asli.

Aroma :

Karena 100 % menggunakan jeruk limo, aromanya terntu saja wangi jetuk limo. Seger. Benar-benar tidak ada aroma bahan tambahan lain.

Cara Pemakaian :

Oleskan secara merata di rambut dan kulit kepala lalu tunggu sekitar 30 menit hingga satu jam. Setelah itu bilas dengan air. Disarankan untuk dibilas menggunakan air hangat dan menggunakan sedikit sampo agar aroma jeruknya lebih kentara.

Harga dan Cara Pemesanan :

Satu jar berukuran 400 gr seharga Rp. 35.000. pengiriman dari Tangerang Selatan. Nomor WhatsApp yang bisa dihubungi untuk pemesanan : 08816109760. Atau bisa lihat di akun instagramnya di @rikma.kita untuk link pemesanan.

Penyimpanan :

Setelah sampai, cem-ceman ini harus segera ditaruh di lemari es agar awet. Dengan ditaruh di kulkas juga memberikan sensasi dingin menyegarkan ketika dipakai.

Hasil Penggunaan :

Aku sudah memakai cem-ceman RIKMA ini selama tiga bulan. Kupakai seminggu 2 kali. Yang kurasakan adalah, ketombe dan gatal-gatal yang sering kualami hilang. Perubahan ini sudah kurasakan sejak pemakaian pertama lho. Setiap memakai cem-ceman ini, aku tidak memakai sampo lagi, karena aku hanya ingin mendapatkan aroma jeruk asli di rambutku. Dan hasilnya benar-benar tidak mengecewakan. Repurchase? Yes!

 

Memakai cem-ceman RIKMA ini menjadi salah satu sesi me timeku di akhir pekan. Aroma jeruk limonya membuat rileks dan segar  seketika. Di rambut juga jadi terasa ringan, halus dan lembut. Teman-teman tertarik untuk mencobanya juga? Recommended!

 

Referensi : Akun Instagram @rikma.kita

Share