Thursday, October 8, 2020

PASANGAN SEMPURNA

 


Menurutku, mereka pasangan yang sempurna. Yang perempuan, berusia sekitar 40 tahun. Setiap jam 5 pagi aku melewati rumahnya saat jogging, dia sudah sangat cantik memakai baju rapi dengan riasan sempurna seperti sudah siap berangkat kerja. Kadang saat dia melihatku, dia melambaikan tangan ke arahku sambil tersenyum menyapaku.

Yang laki-laki, sepertinya adalah suaminya. Masih kelihatan sangat tampan meskipun rambutnya sudah mulai memutih. Setiap pagi, dia duduk di kursi roda menghadap ke jalan. Sang istri sering duduk di kursi di sebelahnya entah sedang berbicara apa dan sang suami selalu kulihat diam mendengarkan.

Mungkin lelaki itu tidak bisa berjalan karena sakit, mungkin juga sedang dalam masa penyembuhan. Tapi setiap kuperhatikan sekilas, wajahnya  selalu tenang. Sesekali tersenyum dan mengangguk menanggapi obrolan sang istri.

Kadang, aku lewat di depan rumahnya saat istrinya sedang keluar dari dalam rumah sambil membawa nampan berisi dua buah cangkir dan satu piring kue. Lain hari, istrinya sedang membacakan koran di samping suaminya, dan pernah juga kulihat  perempuan itu sedang berdiri di belakang laku-laki itu, memijit punggungnya pelan. Dengan baju rapi dan riasan sempurna. Bukankah sangat manis? Sang istri menyempatkan waktu untuk menemani suaminya sebelum berangkat kerja. Setiap hari.

Suatu pagi rumah itu sepi sekali. Pintunya tertutup rapat. Lampu teraspun masih menyala. Mungkin mereka sedang bepergian.  Besoknya masih sama. Besoknya lagi juga begitu.

Hingga keesokan harinya, kulihat rumah itu ramai sekali. Ada mobil serta motor polisi, mobil ambulans dan banyak orang yang sedang berkerumun di sana.  Kulihat juga ada pembatas kuning bertuliskan garis polisi mengitari rumah itu. Ada apa? Ada pencuriankah? Sayangnya aku tidak bisa mencari tahu karena seorang polisi yang berjaga di jalan segera memintaku pergi.

Siang harinya aku membaca sebuah berita “Sepasang suami istri ditemukan tewas di rumahnya. Diduga sang istri yang mengalami gangguan jiwa dibunuh oleh suaminya sendiri yang kemudian memutuskan untuk bunuh diri”

Aku lemas membacanya. Pasangan sempurna itu…

 

#OneDayOnePost

#ODOP

#ODOPChallenge5 

#day32

 

No comments:

Post a Comment

Share