Sunday, October 11, 2020

REVIEW BUKU : NA WILLA

 


Judul : Na Willa

Penulis : Reda Gaudiamo

Ilustrasi : Cecilia Hidayat

Tebal : 106 halaman

Penerbit : POST Press

Cetakan : Ketiga September 2019

Si kecil Na Willa tinggal di sebuah gang di Surabaya, di rumah dengan pohon cemara di depannya. Ia menghabiskan hari dengan berlari mengejar kereta bersama Dul (walau ia selalu tertinggal), pergi ke pasar bersama Mak, melewati bapak penjual anak ayam kuning, atau memikirkan bagaimana orang bisa nyanyi-nyanyi di radio.

Buku ini berisi catatan-catatan Na Willa tentang dunia yang dilihat dari kaca matanya, di sebuah masa ketika dari radio terdengar lagu-lagu Lilis Suryani dan kasur kapuk dijemur lalu dipukul dengan rotan.

Membaca buku ini, membuat hatiku hangat. Mungkin karena aku tumbuh di masa seperti Na Willa. Mendengarkan radio, membantu memukul kasur dengan rotan, ke pasar berjalan kaki, dan bermain kelereng. 

Na Willa adalah seorang gadis kecil yang tinggal bersama ibunya yang dia panggil Mak. Ayahnya, yang dia panggil Pak, adalah seorang pelaut yang sering meninggalkan rumah lama sekali untuk bekerja.  Rumahnya ada di tengah-tengah gang, yang kalau didatangi dari ujung kiri atau kanan, pasti akan melewati delapan rumah.

Teman-teman Na Willa di sekitar rumah ada tiga. Farida yang rumahnya di seberang rumah Na Willa. Ada  juga Dul yang suka main kelereng, layangan, dan mengejar kereta api. Yang ketiga ada Bud, yang badannya paling kecil dan selau ingusan setiap saat.

Buku ini terdiri dari 34 cerita keseharian Na Willa bersama teman-teman, tetangga, dan keluarganya. Misalnya cerita tentang permainan-permainan yang dilakukannya bersama ketiga temannya. Juga cerita tentang hukuman yang diberikan mak pada Na Willa ketika dia membuka radio karena penasaran asal suara-suara yang keluar dari Radio. Na Willa pikir, di dalam radio ada Lilis Suryani, laki-laki yang suka omong-omong, dan pemain musik.

Semuanya diceritakan dengan gaya polos khas anak kecil. Membacanya bisa membuat tersenyum, gemas, terharu bahkan menangis. Misalnya saat diceritakan tentang Dul yang harus kehilangan kakinya setelah dia ketabrak kereta api. Sediih..

Buku ini cocok untuk dibaca bersama anak-anak. Atau untuk bacaan ringan saat akhir pekan seperti ini. Ada banyak pesan yang bisa diambil dari kisah-kisah di buku ini. Tentang kejujuran, persahabatan, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan. Recommended!

 

#OneDayOnePost

#ODOP

#Day35

No comments:

Post a Comment

Share