Tuesday, September 8, 2020

ONE DAY ONE POST, BIAR MAINNYA AGAK JAUHAN

 


Pernah dengan kalimat “Mainnya kurang jauh” kan? Biasanya kalimat tersebut disampaikan kalau ada seseorang yang tahunya itu itu saja. Mainnya kurang jauh juga bisa diartikan, orang tersebut hanya punya pikiran terbatas, teman-teman terbatas, dan pengetahuannya juga terbatas. Hubungannya dengan Komunitas One Day One Post yang baru saja kuikuti apa?

Selama ini, alasan yang sering kusampaikan kepada diriku sendiri setiap aku gagal menulis, membaca atau melakukan hal lain adalah sibuk dan tidak punya waktu. Nah, dengan mengikuti komunitas One Day One Post ini, aku berasa “main” yang lebih jauh lagi. Jadi tahu lho, di luar sana ada yang lebih sibuk dari aku, tapi bisa punya blog lebih satu dan ada tulisannya semua. Keren-keren lagi.  Ada lho yang pinter banget menulis soal tasawuf, fiqh yang selama ini bagiku seperti  kata-kata asing yang sulit kupelajari. Ada lho seorang ibu (bekerja juga) yang punya waktu untuk menulis rutin dan masih ngurusi SEO adsense atau banyak hal soal perbloggingan

Ah, selama ini mainku memang cuma di situ-situ aja ternyata. Dan ODOP ini serasa aku diajak kenalan dengan banyak orang baru, menjelajahi  tempat-tempat  baru, dan diajak main yang jauh. Jadi ketika ada pikiran buruk di kepala yang untuk tidak usah menulis, akan diingatkan oleh puluhan teman main yang luar biasa itu. Jadi punya pikiran positif lagi deh.

Itulah yang selalu kusukai dari sebuah komunitas baik. Entah itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Komunitas yang mengajak kita untuk terus bertumbuh dan belajar. Yang jadi pengingat bahwa kita tidak sendirian. Yang menyemangati saat kita sedang lemah dan ingin menyerah. ODOP semoga menjadi yang seperti itu. Selalu.

Meskipun masalahnya bagiku adalah, lagi-lagi aku yang masih payah soal manajemen waktu. Seperti hari senin kemarin, Pagi-pagi sudah harus kerja dan pulangnya petang. Harus menyelesaikan urusan rumah dan habis isya mencoba menguatkan diri untuk ngeblog sungguh sangat tidak sanggup. Mengikuti kulwap di grup juga nggak kuat. Posting hari pertama yang terlewatkan olehku hiks..

Dan kemudian kuubah strategi. Seperti menyelesaikan tilawah sebelum memulai hari, nulis juga kumasukkan di sesi sebelum subuh. Untuk posting atau laporan, bisa disempatkan di sela-sela waktu kerja.  Kalau ada waktu senggang hari itu, bisa kugunakan untuk edit tulisan atau membuat blog post baru. Memang butuh kerja keras. Butuh tekad melawan lelah yang melanda. Tapi bukankah aku ingin kelak anak-anakku akan bangga bisa membaca tulisan-tulisanku? Jadi, biar kunikmati semua prosesnya. Susah senangnya. Doakan aku ya teman-teman…

 

#OneDayOnePost

#ODOP

#ODOPChallenge1 

#Day2

2 comments:

  1. Aamiin :)Benar banget, Kak. Kuncinya manajemen waktu yang baik, ya. Saya juga sedang belajar akan hal ini. Prioritas tetap dijalankan berbarengan dengan pilihan :)

    ReplyDelete

Share