Pages

Sunday, July 9, 2017

USAHA TERBAIK



Memimpikanmu
Adalah doa bagiku
Mencintaimu
Adalah takdirku

Sebuah harapan
Tentang rumah impian
Tentang langit dan hutan
Tentang seduhan kopi dan  pelukan

Memantaskan diri
Adalah Usaha terbaik
Yang akan terus aku beri
Sampai Tuhan berbaik hati

Mengiyakan semua pinta...


Setoran untuk @1minggu1cerita

Sunday, July 2, 2017

BAJU BARU DAN TOPLES BERISI PERMEN COKLAT



Bulan ramadan kemarin, ada acara KURMA (Kegiatan Buka Bersama) dan satunan anak yatim yang cerita lengkapnya akan aku posting di blog ini nanti. Tapi kali ini aku akan menulis sebuah cerita yang sampai sekarang tak terlupakan bagiku karena membuatku merasa malu dan bersalah sekaligus.

Di bagian pendaftaran waktu itu, ada seorang nenek yang menggendong anak laki-laki yang berusia sekitar 5 tahun. Anak itu sepertinya ketakutan dan tidak terbiasa dengan banyaknya orang yang sudah terlebih dahulu datang.

Setelah aku minta mengisi daftar hadir, aku memakaikan tanda pengenal berupa paper crown bertuliskan nama si anak. Dan tanpa diminta nenek itu pun bercerita,
“Ini cucuku. Ayahnya meninggal saat anak ini belum lahir. Sekarang ibunya harus bekerja, dan aku yang merawatnya” 
Aku hanya tersenyum sambil mengantar nenek tersebut duduk di dalam aula balai desa. Sambil berdoa dalam hati, semoga nanti ada kesempatan untuk ngobrol sejenak dengan si nenek di sela-sela acara karena sepertinya beliau ingin bercerita lebih banyak.

Sayangnya, kemudian aku sedemikian sibuk sampai melupakan beliau. Sampai waktunya sholat maghrib berjamaah, dan nenek itu ternyata ada disampingku.
“Mbah, cucunya satu ini?" Sapaku.
“Iya. Santunannya kapan nduk?"
“InsyaAllah setelah sholat dan makan bersama mbah. Semoga nanti bermanfaat nggih?"
“Iya nduk. Kalau dapat santunan begini, alhamdulillah. Besok juga dapat santunan lagi dari masjid"
“Oh, setelah ini juga dapat santunan lagi”

Dalam hati, wah dapat santunan dari tempat lain. Banyak dong. Sekilas pikiran jahat muncul. Kalau santunannya banyak, bisa dipakai untuk orang tuanya ini, bukan untuk keperluan anaknya (astaghfirullah..).

“Kalau tidak pas puasa begini ya tidak ada yang mau ngasih nduk. Kasihan anakku, ibunya anak ini. Harus bekerja jadi buruh pabrik. Buat makan kami” ceritanya lagi.
“Nanti santunannya buat apa saja mbah?” tanyaku.
“Buat beli baju baru buat anak ini, sama beli permen coklat. Katanya ingin punya toples berisi permen  coklat seperti teman-temannya”.

Dan aku jadi malu seketika. Merasa bersalah karena telah berburuk sangka.

“Nggih mbah. Semoga bisa membuat adek senang ya mbah” kataku terharu.

Memangnya kenapa kalau ada banyak yang memberi santunan? Bukankah seharusnya aku senang karena itu berarti ada anak yatim lagi yang akan bahagia karenanya?
 
Momen puasa dan lebaran ini, yang bagi banyak orang memang jadi punya alasan untuk belanja, yang jadi punya alasan untuk mengeluarkan banyak uang untuk berbagai macam keperluan, bukankah  juga dialami  oleh mereka-mereka yang kurang mampu?

Memang tidak harus ada baju baru, tapi mengetahui teman-teman si anak memakai baju baru, tegakah si ibu melihat kecewa anaknya karena tidak punya baju baru juga?

Memang tidak harus ada toples kue di meja tamu, tapi melihat tetangganya ada, tegakah orang tua melihat tatapan bertanya si anak kenapa rumahnya tidak seperti mereka?

Aku jadi malu, memberi tapi masih saja menghakimi.
Berbagi tapi masih saja mencurigai.
Maafkan aku mbah. Maafkan.
Dan semoga, sedikit dari kami, bisa untuk membeli baju lebaran, toples berisi permen coklat ya..

Sunday, June 18, 2017

Pesan Untukmu


Dear Aca..
Kelak, akan ada orang-orang yang menyakitimu. Tapi itu tidak penting. Mereka boleh menyakitimu, tapi pastikan mereka tidak membuatmu menyerah.

Aca sayang..
Kelak, akan ada orang-orang yang menjatuhkanmu. Tapi sungguh itu tidak apa-apa. Mereka boleh menjatuhkanmu, tapi pastikan kamu segera bangkit berdiri dan berlari.

Aca anakku..
Kelak, akan ada orang-orang yang membencimu. Tapi biarlah. Mereka boleh membenci dan memakimu. Tapi ingatlah untuk tidak membalasnya. Mendoakan mereka sungguh lebih baik bagimu.

Kelak..
Saat dunia sedemikian tidak ramah padamu.
Kamu akan selalu punya Allah bersamamu.
Yang akan menjagamu.
Selalu.

Monday, December 26, 2016

Festival Liburan Anak Yuk Main



Menutup tahun 2016 ini, Yuk Main mengadakan acara besar.  Yaitu Festival Liburan Anak. Sebenarnya konsepnya seperti playdate biasa, tapi lebih lama, lebih banyak kegiatan, dan lebih banyak peserta.
Festival ini diadakan sebagai hadiah kepada anak-anak karena sudah belajar dan sekolah selama satu semester. Makanya kami beri nama Festival Liburan Anak. Waktunya juga pas banget memasuki awal liburan panjang.

Harapannya, setelah mengikuti Festival ini, anak-anak jadi punya ide lain untuk mengisi liburan. Karena, selain ada kegiatan craft dengan alat-alat sederhana yang bisa dilakukan di rumah, juga disediakan bazaar yang menyediakan berbagai perlengkapan pengisi liburan. Dari mainan eduaktif handmade sampai buku bacaan anak.


Yang spesial di Festival Liburan Anak Yuk Main kali ini adalah :

Playdate Batch 7 : Membuat Bonekamu Sendiri



Playdate bulan Nopember, kembali melakukan field trip. Kalau sebelumnya kita membuat es krim, batch 7 ini kegiatannya adalah membuat boneka handmade. Kali ini kami bekerja sama ORI HANDMADE. Produsen pernik-pernik handmade mulai dari bros, gantungan kunci, sampai boneka dari perca.

 pembukaan

Acara dimulai dengan pembukaan dari Yuk Main dan Ori Handmade. Setelah itu beberapa games menjawab pertanyaan. Beberapa anak yang bisa dan berani menjawab mendapat hadiah.

 Sesi games. Yang berani menjawab pertanyaan akan mendapat hadiah.

 
Yayy...pemenang games

Playdate Batch 6 : Bikin Es Krim Yuukk...



Siapa yang suka es krim? Hampir semua anak akan mengangkat tangannya  tinggi-tinggi kan. Iya, hampir semua anak suka es krim. Sebenarnya bukan anak-anak juga sih, pasti orang dewasa juga suka makan es krim. Hayo ngaku?
Nah, acara Yuk Main bacth 6 bulan Oktober yang lalu adalah belajar membuat es krim homemade. Jadi modelnya field trip. Bukan playdate seperti biasa di taman. Kebayang kan asyiknya ? Yuk kita ikuti ceritanya..

Acara dimulai seperti biasa dengan pembukaan dan membaca doa. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang es krim dari Pak Sutopo. Disini, anak-anak dijelaskan tentang bahan-bahan membuat es krim, apa saja yang diperlukan agar bisa membuat es krim enak dan sehat serta tips trik untuk para ibu-ibu dalam membuat es krim sendiri di rumah. Bahkan bisa dijual juga lho.



 Pak Sutopo sedang menjelaskan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat es krim
 

Saturday, October 15, 2016

Puding Lumut

Assalamualaikum...
Haii..Bikin puding lagi yuukk hehehe...

Puding Lumut ini pernah hits di media sosial beberapa waktu lalu. Entah siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Dan aku baru mencoba membuatnyanya belum lama ini. Itupun dengan modifikasi di sana sini. Ini dia resepnya :




PUDING LUMUT

Bahan-bahan :
200 ml santan instant ditambah 200 ml air
100 ml jus pandan (blender 10 lembar daun pandan dengan 100 ml air)
1 bungkus agar-agar plain
100 gr gula pasir
1 butir telur ayam
Pasta pandan (opsional)

Cara Membuat :
  1. Kocok telur dan santan menggunakan garpu atau whisk
  2. Masukkan gula pasir, jus pandan, dan agar-agar, dan pasta pandan.
  3. Masak sampai mendidih, aduk sesekali
  4. Biarkan mendidih dan masak terus dengan api kecil sampai santan dan telur menggumpal.
  5. Tuang di loyang
  6. Dinginkan dan siap disajikan

Puding ini enak. Tidak amis meskipun menggunakan telur. Wangi pandan dan gurihnya santannya pas banget. Aca sih tidak suka, tapi sepupu-sepupunya doyan banget. Jadi layak dicoba lhoo...





Share