Pages

Tuesday, November 19, 2013

Bermain Peran

Play & Learn sore ini adalah bermain peran. Sebenarnya sering juga sih Aca melakukan permainan ini, biasanya Fida yang mengajarinya. Jadi tak heran, Aca lumayan ahli kalau diajak main masak-masakan, naik mobil-mobilan (kursi yang dianggap mobil oleh mereka berdua), sampai gendong boneka hihi..

Manfaat Bermain peran sendiri banyak lho , seperti yang aku copykan dari salah satu blog favoritku indonesia bercerita ini ya :
 
1. Mengembangkan imajinasi
Dengan bermain peran, anak akan mengembangkan imajinasi. Hal ini penting, karena imajinasi adalah cara anak untuk menutup berbagai kekurangan atas sesuatu yang belum mampu mereka lakukan. Misalnya bermain dengan boneka. Jika seorang anak masih belum mampu merawat anak yang lebih kecil, sebagaimana yang dilakukan oleh ibunya, maka ia bisa mengembangkan imajinasinya sebagai seorang ibu dengan menggunakan boneka.

2. Mengembangkan bahasa dan intelektual
Berbahasa adalah faktor penting untuk tumbuh kembang anak secara baik. Anak belajar berbagai hal menggunakan bahasa. Dengan bermian peran, maka anak akan melakukan komunikasi. Seperti yang dilakukan oleh Robin, permainan peran itu sendiri membutuhkan komunikasi. Ia menyampaikan keinginannya kepada ayahnya. Begitu juga dengan Dinda yang memperoleh manfaat dari bermain peran, dengan kemampuannya mengomunikasikan sesuatu dengan gaya menasehati, seperti yang kadang ibunya lakukan kepada dirinya.

3. Menumbuhkan rasa kompeten
Bermain peran membuat anak merasa mampu. Sesuatu yang belum waktunya mereka lakukan, mereka bisa mencobanya dengan masuk ke dalam dunia simulasi. Karena dunia simulasi ini diciptakan sendiri oleh anak, maka ia bisa menakar kemampuannya dalam menyelesaikan tugas bermain peran. Kesesuaian tugas dan kemampuan ini lebih mudah dan menjamin keberhasilan buat anak. Karena berhasil, maka efeknya anak akan merasa kompeten, merasa mampu dan akhirnya meningkatkan kepercayaan dirinya.

4. Melatih emosi dan berhubungan sosial
Bermain peran pasti melibatkan interaksi antara diri anak dengan yang lain. Jika permainan peran dilakukan dengan temannya, maka interaksi dengan temannya akan melatih untuk mengasah emosi dan bagaimana berhubungan sosial dengan baik. Hubungan ini juga mengasah empati sebagai fondasi hubungan yang harmonis dalam masyarakat kelak.
Kalaupun anak tidak merian dengan temannya, objek yang menjadi temannya juga melatihnya untuk mengasah emosi dan berhubungan sosial. Misalnya saja bermain dengan boneka. Imajinasi anak tetap menganggap bahwa boneka tersebut adalah makhluk hidup. Karena itu ia akan memperlakukannya sebagai mahluk hidup, seperti teman, adik atau yang lainnya. Ini berfungsi sama untuk melatih emosi dan hubungan sosial.

5. Melatih gerak dan koordinasi motorik
Sekecil apapun gerak yang dilibatkan dalam bermain peran, anak tetap berlatih untuk mengoordinasikan berbagai gerak tersebut. Contoh saja bermain dengan boneka, misalnya anak menyisir rambutnya. Gerakan menyisir itu secara ruang, akan lebihatkan gerak kecil-kecil yang kompleks. Anak belajar menempatkan posisi tangannya. Anak mengoordinasikan tangan kiri dan kanan, karena tangan satunya digunakan untuk memegang badan atau kepala boneka. Anak juga tahu posisi berbagai barang yang berhubungan dengan menyisir, misalnya cermin, gell rambut dan sebagainya.

Nah, sore tadi Aca sama Fida aku ajak main peran tentang jual beli roti (sayangnya mereka menyebutnya es krim). Sumber printablenya dari picklebums.

Persiapannya :
  1. Print dan gunting bagian-bagian gambar. Ada 5 gambar roti bun dan 5 keping uang logam dalam satu kertas. Aku print 3 lembar biar jadi lebih banyak.
  2. Gambar-gambar roti aku tempeli dengan stik es krim, untuk uang logam aku biarkan bulat saja,
  3. Aku membuat 3 bentuk kosong lagi yang ditempeli stik. Lalu aku tulis angka 1, 2, 3.


Cara mainnya:
  • Kelompokkan roti sesuai warna. Setiap warna nanti aku beri penanda masing-masing angka 1,2,3. Maksudnya ada roti yang untuk membelinya butuh 1 buah uang, 2 buah uang, dan 3 buah uang. (Fida menyebutnya satu ratus, dua ratus, dan tiga ratus)

  • Fida yang menjadi penjual roti. Sementara Aca yang jadi pembelinya. Jadi uang logamnya aku kasih Aca semua.

  • Aca akan bilang gini (sebelumnya aku ajari ) "bu, beli", Fida : "yang mana, pak?" dan Aca akan menunjuk sembarang es krim. Fida akan memberi roti yang dimaksud kemudian Aca akan menyerahkan uang sesuai 'harga' rotinya tersebut apakah 1,2,atau 3.

Konsepnya si begitu. Tapi kenyataannya bikin ketawa melulu. Aca yang awal-awal belum mengerti, asal aja mengambil semua rotinya sampai Fida marah-marah karena rotinya habis sementara Aca baru ngasih uang satu hahaha..tapi kemudian aca  mulai mengerti aturan mainnya dan Fida juga lebih sabar main barengnya.




Bermain peran yang menyenangkan. Aca malah terlalu menikmati sampai-sampai kertas rotinya dijilati seperti makan es krim ^^.


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Share