Tuesday, February 6, 2018

REVIEW BUKU : RINDUKU SEDERAS HUJAN SORE ITU




  
JUDUL : Rinduku Sederas Hujan Sore Itu
Penulis : J. S. Khairen
Cetakan : Ke-1, Mei 2017
Penerbit : Noura
Tebal : 243 halaman


Buku ini berisi kumpulan cerpen dan puisi. Ada 28 judul cerpen dan puisi yang ringan, menyentuh, dan sarat makna. Semuanya berkisah tentang cinta, keluarga, kekasih, dan rindu.
Rindu memang menyesakkan. Terkadang menyakitkan. Tapi rindu juga yang bisa membuat seseorang terus bertahan dan tidak pernah penyerah.

Seperti di salah satu judul cerita SEBATANG KARA. Tentang Saiful yang kehilangan seluruh anggota keluarganya karena gempa besar di Minangkabau. Salah satu kerabatnya telah mengangkatnya menjadi anak, dan kerinduanlah yang menyebabkan Saiful berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpi keluarganya. Saiful kini telah menjadi mahasiswa tahun pertama di salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Rindunya mungkin tak berbalas, tapi dia tahu dia harus berbuat sesuatu untuk kampungnya yang pernah luluh lantak karena gempa. Demi keluarganya. Demi kenangan dan kerinduannya.


Atau di judul lain, CERITA HUJAN DAN PELANGI.
Dias adalah adik laki-lakiku yang empat belas tahun lalu menghilang dan menjadi orang yang tidak kenal masa lalulnya. Bertahun-tahun semua keluarga mencarinya. Tidak ada kabar.  Sampai suatu hari, aku melhat Dias di sebuah jalanan di Batam.

Hujan yang mempertemukan kami. Dias yang berkeliaran di jalan, entah menjadi pemulung atau apa. Yang sama sekali tidak mengenalku. Kakak perempuannya sendiri. Yang dengan melihatnya saja sudah membuat hatiku sakit berkali-kali lipat.

Pertemuan itu berlanjut di pertemuan-pertemuan berikutnya. Meskipun kelihatannya kebetulan, tapi sesungguhnya adalah aku yang membuntutinya, mengikuti kemana dia mengambil kaleng dan kemasan bekas minuman. Hingga ke rumah kardusnya.

Sayangnya,  pertemuan kami tidak berlangsung lama. Sebuah kejadian membuatnya pergi dan tidak bisa ditemukan lagi. Pelangi itu hanya singgah sebentar. Dia pergi lagi. Mungkin menghujan di tempat lain. Merunutkan kisah berbeda.

No comments:

Post a Comment

Share