Friday, September 18, 2020

ULASAN FILM TILIK DAN CREAM

 

                                                                                Gambar dari Youtube

TILIK

Sebelum mendapat tugas mengulas film ini oleh One day One Post, terus  terang aku sama sekali tidak tertarik menonton film ini. Bukan karena tidak suka filmnya atau pemainnya. Tapi hanya karena film ini sudah sedemikian terkenal jadi bahkan aku tidak perlu nonton filmnya untuk kenal dengan Bu Tejo, Yu Jum, dan Dian. Film yang keren karena bisa sangat terkenal dalam waktu singkat.

Tilik adalah sebuah cerita pendek yang berkisah tentang perjalanan sekelompok ibu-ibu yang akan menjenguk Ibu Lurah  yang sedang dirawat di Rumah Sakit menaiki truk. Sebagian besar cerita adalah percakapan antara Bu Tejo dan para tetangganya membahas soal Dian. Dian ini kembang desa yang dikatakan perempuan tidak baik oleh Bu Tejo.

Dian dikabarkan mempunyai hubungan dengan Fikri, anak Bu Lurah. Tapi sebenarnya, Bu Tejo curiga kalau Dian ini sebenarnya suka menggoda banyak laki-laki. Pernah suatu kali Bu Tejo mendapati Dian muntah-muntah di jalan dan kemudian Bu Tejo sangat yakin akalau Dian itu sedang hamil dan berusaha menutupinya dari semua orang.

Jadi setelah menonton sendiri film ini yang bisa kutuliskan di sini adalah karakter kuat Bu Tejo yang memang mendominasi seluruh cerita. Bu Tejo yang selalu punya informasi yang katanya akurat tentang Dian, Yu Jum yang meskipun selalu membela serta mengajak ibu-ibu yang lain untuk tidak membicarakan Dian pun selalu kewalahan dengan karakter Bu Tejo. Sadangkan pesan-pesan yang ada di film ini menurutku adalah :

 

Positif:

  • Tilik. Sesuai namanya yang artinya menengok, Setiap ada kabar warga yang sakit, para tetangga segera berebutan mengajak yang lain untuk menengok sesegera mungkin. Bersegera dalam kebaikan lah istilahnya.
  • Gotong royong. Kalau ini mah, nggak ada yang ngalahin gigihnya emak-emak ya? Mulai dari mendorong truk yang mogok sampai melakukan kompromi dengan Polisi.
  • Solutif. Gagal tilik orang sakit, bisa belanja dong hahaha... Bukankah ini contoh solusi yang sangat cerdas?
  • Cerdas memilah informasi. Beberapa kali disampaikan di dialog bahwa kita harus cerdas memilah informasi dari dunia maya. Harus hati-hati, karena bisa jadi hanya kabar bohong semata.

Negatif:

  • Sayangnya, meskipun banyak pesan positif  yang disampaikan di film ini, tapi tetap saja kalah oleh  satu hal negatif yang mendominasi. The power of Ghibahnya Bu Tejo. Betapa mudahnya Bu Tejo ini membicarakan Dian di depan semua orang. Menjelek-jelekkannya. Menganggapnya  hal biasa ketika diingatkan, dan berdalih hanya sebagai peringatan untuk ibu-ibu untuk menjaga para suami mereka  agar tidak digoda oleh Dian. Tapi pernahkah kita membayangkan bahwa siapa tahu kita juga sama seperti Bu Tejo ini? Yang suka sekali menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya kepada orang lain. Yang memaksa orang lain untuk mengakui dan membenarkan pendapat kita. Yang membicarakan orang lain di belakangnya seolah kita ini manusia tanpa cela. Duh..

 

 

                                                Gambar dari Youtube

CREAM

Film pendek buatan David Firth ini jelas bukan film yang kusukai. Gelap, liar dan cepat. Bukan jenis film yang akan kutonton saat aku butuh hiburan. 

CREAM ini menceritakan tentang penemua sebuah cream ajaib. Cream ini mempunyai banyak khasiat. Menyembuhkan segala penyakit, membuat pintar orang, menggandakan barang dan makanan, menumbuhkan tanaman, bahkan mengubah mobil lama menjadi mobil baru yang jauh lebih bagus. Bisa dibayangkan ada cream seperti itu di dunia nyata?

Cream awalnya pernah sampai mengalami keterbatasan bahan baku, hingga dikembangkan cream versi baru yang mampu menduplikasi diri sendiri. Kini cream mempunyai potensi tak terbatas.

Semua orang memuja cream tersebut. Semua orang mencintainya.

Sampai kemudian tersebarlah berita tentang bahan baku pembuatan cream yaitu mayat bayi. Juga berita bahwa efek samping penggunaan cream tersebut adalah  terkena penyakit Aids. Kemudian semua orangpun berbondong-bondong menghujat Cream.  Menghujat dan menghukum penemunya. Habis-habisan. Sama seperti orang-orang memuja dan mencintainya dahulu.

Setelah menonton Cream, pesan yang kutangkap dari film ini adalah :

Positif :

Aku selalu tersentuh ada orang yang berusaha untuk menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi setiap makhluk. Cream ini diciptakan agar bisa digunakan untuk menghilangkan kelaparan di muka bumi, bisa membersihkan sungai yang tercemar, serta menumbuhkan pepohonan. Bukankah dunia memang sangat membutuhkannya?

Negatif :

Semua yang berlebihan memang tidak baik. Apapun alasannya. Menyukai sesuatu atau sesorang secara berlebihan itu berbahaya. Juga membencinya secara berlebihan. Lihatlah semua kekacauan yang terjadi karena satu Cream yang diciptakan oleh manusia. Munculnya kebencian, kebohongan, dan masalah-masalah baru.

 

Tidak bisa dipungkiri, dua film ini luar biasa. Dua-duanya mempunyai pesan sendiri yang menurutku sudah tersampaikan dengan baik. Tinggal bagaimana kita sebagai penonton untuk mengambil pelajaran dari pesan tersebut. Masih belum menonton dua film tersebut? Segera meluncur ke  Youtube yaa..

 

#OneDayOnePost

#ODOP

#ODOPChallenge2

#Day12

No comments:

Post a Comment

Share