Thursday, October 1, 2020

HARTA KARUN ITU ADALAH BUKU

 


Aku selalu percaya, setiap anak pada dasarnya suka membaca. Suka buku. Karena secara alamiah, anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan buku adalah sesuatu yang bisa memfasilitasi keingintahuan mereka.

Kalau sekarang banyak anak yang tidak menyukai buku atau lebih menyukai gawai dapripada buku, mungkin yang perlu dicari tahu dulu adalah penyebabnya. Siapa tahu, kita, sebagai orang dewasa di sekitar anak-anak tidak menyediakan banyak buku yang bisa memuaskan rasa ingin tahu mereka. Siapa tahu, kitalah yang memberi contoh mereka untuk lebih banyak memegang gawai daripada buku. Siapa tahu, kitalah yang tidak melihat buku sebagai teman tapi malah sebagai beban.

Ternyata, anak-anak umur berapapun ,masih suka membaca buku kalau saja buku tersebut mereka sukai. Bukan hanya anak-anak yang memang sudah dibiasakan menyukai buku di rumah. Banyak anak-anak yang tidak suka membaca hanya karena mereka tidak punya pilihan buku lain selain buku pelajaran dari sekolah. Setelah melihat buku bagus yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, umumnya anak-anak akan segera tertarik pada buku.

Memang menarik perhatian anak-anak tidak mudah. Butuh buku yang "wow" hingga mereka paling tidak mau meletakkan gawai dan melihat buku, Terutama anak umur 9 tahun ke atas yang sudah biasa memegang gawai. Tapi tidak mudah bukan berarti mustahil kan?

Beberapa kali pergi ke luar kota di acara kelas inspirasi, aku selalu membawa buku yang tidak biasa untuk kukenalkan kepada anak-anak di sela waktu istirahat mereka. Beberapa kali waktu mengisi kelas literasi di Ruang Baca Taman Matahari juga anak-anak kukenalkan dengan berbagai jenis buku. Meskipun berbeda kota, berbeda usia, berbeda lingkungan, mereka mempunyai kesamaan. Mereka semua tertarik pada buku yang berbeda dari yang biasa mereka lihat. Bukankah itu awal yang bagus? Anak-anak harus tertarik dulu pada buku, baru mau membacanya. 

Aku selalu menyebut buku bagus adalah harta karun. Setiap mulai mengenalkan buku kepada anak-anak, aku selalu bilang  bahwa aku membawa harta karun kesayangan. Tentu saja mereka tidak akan mengira kalau harta karun yang kumaksudkan adalah buku. 

Harta karunnya adalah buku yang spesial. Bukan buku pelajaran atau buku mewarnai biasa seperti yang sudah sering mereka lihat.  Harta karunnya adalah buku bantal, buku pop up, buku berjendela, buku raba dan sentuh, buku bersuara, dan buku bongkar pasang. Buku-buku seperti ini relatif belum dikenal anak-anak jadi mereka pasti akan tertarik pada pandangan pertama. 


Benar saja. Melihatku mengeluarkan buku (yang kadang meskipun kecil, tapi sangat menarik karena jenis board book), sudah cukup membuat mereka berebutan ingin membacanya. Belum lagi kalau mereka melihatku membunyikan buku yang bisa bersuara persis seperti sirine mobil pemadam kebakaran misalnya, akan sangat seru melihat ekspresi kagum mereka hahaha

Setelahnya biasanya aku akan cerita tentang jenis-jenis buku spesial yang bisa mereka baca. Tentu saja sambil menyampaikan pesan kalau misalnya di perpustakaan sekolah  atau di toko buku terdekat tidak ada, mereka akan berjanji untuk bersabar dan terus membaca buku yang lain sebelum buku harta karunnya ada di tempat mereka.

Kalaupun nantinya mereka akan kesulitan menemukannya,  setidaknya mereka punya kenangan bahwa mereka pernah melihat harta karun spesial. Sebuah buku, yang membuat mereka menyukai membaca sejak saat itu. 

 

#OneDayOnePost

#ODOP

#day25






No comments:

Post a Comment

Share