Sunday, November 8, 2020

AGAR KUAT SAAT DIUJI

 


Resume Kajian Online Bersama Ustadz Hilman Fauzi

Penyelenggara : PPPA Daarul Quran

Hari  : Sabtu, 07 Nopember 2020

Waktu : 20.00 WIB

 

Siapa diantara kita, manusia, yang tidak pernah diuji. Sedangkan dunia adalah tempat ujian.

Dalam QS. Al Baqarah : 156-156, dijelasakan bahwa manusia selama hidup akan diuji dengan lima hal yaitu :

1.       Ketakutan

2.       Kelaparan

3.       Kekurangan harta

4.       Kegoncangan jiwa

5.       Buah-buahan atau harapan yang tak kunjung datang

Tapi kemudian Allah menyampaikan kabar gembira kepada orang yang ketika diuji oleh Allah, dia sabar dan mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun”.

Ujian ada dua jenis yaitu kebahagiaan dan keburukan. Kebahagiaan yang diterima adalah ujian. Allah ingin tahu apakah dengan diberi kebahagiaan, manusia ingat untuk bersyukur. Jika sedang menghadapai kesulitan atau keburukan, apakan manusia bisa bersabar. Karena apapun yang terjadi, entah itu bahagia atau susah, adalah fase kehidupan manusia dan bagian dari ujian-ujian selama hidup. Sehat itu ujian, sakit itu ujian, kaya itu ujian, miskin itu ujian dan seterusnya. Tinggal bagaimana sikap kita menjawab semua ujian tersebut. Karena sesungguhnya ujian adalah cara Allah untuk mengangkat derajat kita. Ujian adalah fase naik kelas kita.

Ketika diuji jangan fokus dengan soalnya, tapi fokuslah dengan jawaban yang kita hadirkan. Karena soal tidak pernah salah, yang salah ‘mungkin’ jawabannya.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha perkasa lagi maha pengampun.” (QS. Al-mulk : 2)

Kalau kita sudah tahu bahwa ujian adalah cara Allah untuk mengangkat derajat kita, maka yang harus kita lakukan adalah :

1.       Husnudzon (Berbaik sangka kepada Allah)

Selalulah merasa, berpikir, bertindak, berbiacra bahwa apapun yang dihadirkan Allah dalam hidup kita adalah yang terbaik untuk kita. Hadirkan kelapangan hati agar Allah menghadirkan pengganti yang lebih dari apa-apa yang sudah diambilNya dari kita. Jadi jangan sibuk membandingkan masalah kita dengan masalah orang lain dan jangan pernah menyalahkan keadaan. Selalu dan selalu berbaik sangka kepada Allah.

 

2.       Evaluasi Diri

QS. An-Nisa  : 79  yaitu

“Apa saja nikmta yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”

Jadikan ujian sebagai evaluasi diri. Jika sedang diuji oleh Allah, boleh jadi untuk mengingatkan kita atas dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini. Boleh jadi Allah hanya ingin mendengar kita memohon ampun. Boleh jadi Allah ingin kita lebih dekat kepadaNya.

 

3.       Sabar dan Shalat

Sesungguhnya yang kita butuhkan saat menghadapi ujian adalah pertolongan Allah, maka minta tolonglah kepada Allah dengan sabar dan shalat.

Sabar adalah menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah atas kesulitan atau kesedihan yang hadir dalam kehidupan. Melakukan apa? Contohnya adalah membalas perbuatan orang yang sudah menyakiti kita, menyalahkan orang lain, tidak terima dengan takdir Allah. Maafkan saja orang yang telah mendholimi dan menyakiti kita. Dengan memaafkan, Allah akan memuliakan kita.

Jika masih sulit untuk memaafkan orang lain, ingatlah betapa Allah selalu memaafkan kita, hambanya yang penuh dosa. Yang berkali-kali melakukan kesalaha, tapi selalu dimaafkan oleh Allah.

Sedangkan kekuatan dahsyat shalat dalam menghadapi ujian adalah dengan shalat, Allah akan memberikan ampunan, ketenangan, pertolongan, petunjuk, ketawakalan dan keberkahan. Ibaratkan shalat sebagai waktu bermesraan dengan Allah. Sebagai waktu untuk merayu Allah dalam setiap masalah dan ujian.

Sempurnakan shalat wajib dan gencarkan shalat sunnah. Dhuha, tahajud, qabliyah bakdiyah. Tak ada yang tidak mungkin bagi Allah, apalagi mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan dalam shalat-shalat khusyuk dan waktu-waktu istimewa. Doa adalah sejata orang muslim. Jadi jangan lelah berdoa dengan sujud, shalat, doa. Jadikan sumber kekuatan untuk menghadapi ujian.

“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa yang ridha (menerima ujian tersebut) maka baginya keriddhaan (Allah), dan barangsiapa murka, maka baginya kemurkaan (Allah).”

-HR.Ibnu Majah-

Penutup, Seringkali yang membuat ujian terasa berat adalah karena tidak melibatkan Allah dalam menghadapinya. Maka jika seeing diberi ujian berupa kesulitan, katakana : “Sungguh ujian itu kecil, karena kita punya Allah yang Maha Besar.”

 

#OneDayOnePost

#ODOP

#Day63

2 comments:

  1. Sepertinya ujian di atas sekaligus datang saat pandemi ya kak, semoga kita selalu diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian Allah, aamiin :)

    ReplyDelete

Share