Friday, November 28, 2014

Tanamannya Aca

Belajar dengan tema tanaman itu gampang-gampang susah. Karena sedari awal ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan, maka semua yang kami lakukan memang harus learning by doing dan play n learn. Berhubung dengan tanaman, selain mengadakan observasi tanaman atau bermain dan berkreasi memakai media tanaman, kami juga menanam tanaman secara langsung. Nah ini yang susah. Karena tanaman kan tidak bisa langsung besar dan tinggi, jadi sambil menunggu proses tanaman tumbuh bisa membuat Aca bosan dan bahkan lupa.

Untuk observasi tanaman, karena di sekolah tema belajarnya adalah tentang tanaman jahe, maka kami mengamati tumbuhan jahe dari dekat. Syukurnya di depan rumah, uti  memang menanam jahe.

ini dia tanaman jahe nya. Bukan jahe merah. Sepertinya jahe biasa.

Saturday, November 22, 2014

Membuat Cap Daun

Masih di tema tanaman, pagi tadi kami belajar tentang dedaunan. Aca belajar tentang bentuk daun, tekstur, bau (kalau ada), dan ukuran-ukuran daun. Jadi pagi-pagi kami memetik beberapa daun di sekitar rumah untuk diteliti (bahasanya lebay yaa). Tapiii, Aca males diajak memetik daun, jadi emaknya yang mengambil alih tugasnya.


Setelah terkumpul daunnya, aku ajak Aca diskusi sebentar. Ini namanyan apa Ca? terus aku yang menjelaskan ini daun jambu, daun pepaya (seharusnya ini bagian Aca, tapi skip karena emaknya yang memetik daunnya), bentuk  dan ukuran daun yang bermacam-macam, dan yang terakhir  kami mencium aroma daun satu persatu. Ternyata kebanyakan tidak berbau (Sebenarnya berbau, tapi tipis sekali aromanya), kecuali daun jahe. Daun jahe mempunyai aroma jahe yang cukup kuat, sedangkan daun lain tidak. 



Referensi kali ini menggunakan buku ini. Bukunya penuh dengan ide-ide berprakarya yang keren banget. Petunjuknya juga mudah dipahami.  Makanya jadi semangat mengecatnya untuk meniru gambar yang ada di buku.





Kami membuat cap dengan daun-daun yang sudah kami pelajari tadi. Dan karena dua saudara sepupunya juga datang, kami  seru-seruan bermain bersama. Caranya gampang banget kok, daun dicat saja memakai kuas. Eh, jangan sampai kebalik mengecatnya ya biar hasil capnya tadi bagus. Setelah dicat dengan rata, bisa langsung di cap ke kertas. Tunggu kering, jadi deh..


Setelah kering, daun-daunan hasi cap tadi aku gunting. Karena Aca request gambar singa,  maka kami membuat gambar singa dengan potongan daun warna-warna tadi.




Ini dia hasilnya, baguus. Abaikan saja hasil mewarnainya Aca yang seperti biasa malees banget untuk menyelesaikannya ^_^.





Growbox, Grow Your Own Food

Kenalan dengan growbox awalnya dari mencari ide bingkisan ulang tahun untuk Caca, sahabatnya Aca bulan September kemarin yang harus sesuatu yang berbeda, spesial, dan bermanfaat. Hasil gugling kesana kemari, lalu sampai di web growbox di sini. Langsung tertarik dengan semboyan mereka yaitu Grow Your Own Food.

Jadi apa itu Growbox? Growbox adalah sebuah kotak sederhana berisikan bibit jamur tiram yang bisa dibudidayakan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Kita dapat merasakan pengalaman baru untuk memiliki pertanian jamur kecil sendiri. Dalam waktu 2 - 4 minggu, dengan perawatan yang mudah, jamur akan tumbuh dan kita dapat memanen untuk keperluan konsumsi. Tidak berakhir disana, nantinya jamur ini dapat dipanen hingga 3 - 4 kali. Jamur tiram ini ternyata mudah untuk tumbuh di iklim tropis yang basah dan lembab. Selain di hutan, jamur juga bisa tumbuh di ekosistem kota. Jenisnya banyak lho, ada jamur tiram putih, kuning, biru, pink, coklat, serta jenis Jelly Mushroom. Semuanya mempunyai banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan.

Keren banget kan? Bukankah kado yang sempurna? Langsung saja aku pesan dua (karena minimal ordernya dua). Aku pilih jamur tiram putih (karena yang paling murah dan kebetulan yang ready stock hehe..). Dari keterangannya kan jamur dapat dipanen antara 2-4 minggu, jadi sejak tanggal 1 growboxnya sudah aku kasihkan ke Caca dengan asumsi dua minggu lagi bisa dipanen (dan pas dengan ultahnya Caca). Sedangkan yang satu biar dirawat Aca di rumah.

namanya ACA

Friday, November 21, 2014

Papercup Warna Warni

Punya papercup warna-warni di rumah? selain untuk bikin kue, bisa digunakan untuk membuat craft bareng anak-anak lho. Yuk dimanfaatkan, banyak lho yang bisa dibuat dengan papercup ini.

Kemarin, kami membuat bunga dari papercup. Sekalian juga pas dengan tema tanaman kali ini. Bahannya gampang banget kok. Cuma lem dan crayon untuk melengkapi gambar. Sedangkan hiasannya suka-suka yang bikin aja. Bisa pakai glitter, pompom, manik-manik, cat air, cotton ball, apa saja yang penting bisa bikin bunganya makin cakep. 



Kalau kami, ke menggunakan pompom, glitter sama manik-manik bintang kecil. Adanya itu di rumah, dan sudah cukup membuat anak-anak anteng membuatnya.



Papercupnya tinggal ditempel di kertas, dikasih hiasan, lalu bisa juga digambar lagi memakai crayon seperti Fida ini.



Puas membuat bunga-bungaan, masih ada beberapa sisa papercup yang sudah diberantakin Aca, kemudian kami membuat kue mainan. Jadi papercup nya diisi cotton ball, dihias dengan glitter dan manik-manik. Waah, jadinya baguus sekali. Sepertinya enak sekali kata Fida hehehe.... 


Akhirnya kami mengakhiri sore dengan main jual beli kue (atau es krim ya?). Besok-besok bikin craft lagi ya dengan papercupnya..

Wednesday, November 19, 2014

Tema November : Tanaman (Bermain bersama Ulat, Bunga, dan Kupu-Kupu)

Halloo, apa kabar semuaa? Bulan November ini tema di sekolahnya Aca adalah tanaman Jahe. Jenisnya, manfaatnya, cara menanamnya, dan banyak lagi. Nah, ternyata, setelah gugling sana sini, referensi tentang jahe itu sedikit sekali. Kebanyakan malah artikel tentang budidaya jahe merah yang lagi booming, atau tentang produk-produk jamu. Kan bukan itu yang aku cari. Nyari di web internasional, pake keyword jahe, ginger, malah gak keluar. Jadi yang aku ambil untuk tema play n learn di rumah adalah tanaman saja. Dengan sesekali memasukkan unsur jahe serta tanaman obat lainnya. Aku juga berencana untuk meminjam buku di perpustakaan untuk mencari buku-buku tentang jahe. Siapa tahu bisa membantu banyak.

Nah, untuk mengawali play n learn nya, kami berdua main yang ringan-ringan aja nih. Awalnya sih mau bikin metamorfosis kupu-kupu, tapi ternyata kurang persiapan, jadinya cuma pengenalan awal saja tentang itu. Jadi kami membuat bunga, 'kenalan' sama ulat, dan  membuat kupu-kupu dari kertas. Agak-agak kurang nyambung dengan tema tanaman ya? ah, anggap saja nyambung hehehe..


Friday, November 14, 2014

Bermain dengan Limbah Kayu

Hari libur weekend kemarin, kami sekeluarga ke Jepara. Biasa, menghadiri arisan keluarga. Selain bersenang-senang, main bola, main layang-layang seharian, ada lagi yang spesial. Kami menemukan mainan baru yang asiik hasil mungutin sampah disana. 

Jadi ceritanya, di sekitar rumah salah satu om ku di Jepara adalah tempat produksi mebel kayu. Bahkan omku sendiri juga termasuk salah satu pengrajin kayu. Biasanya sih tidak pernah memperhatikan, tapi kemarin waktu aku jalan-jalan sama Aca, melihat potongan kayu yang berserakan begitu saja di tanah, langsung punya ide buat bikin mainan buat Aca. 


Segera saja aku mungutin potongan-potongan kayu tersebut. Bahkan disuruh ambil yang banyak oleh yang punya rumah, maklum gak akan dipakai lagi. Katanya sih biasanya dibuang atau dibakar gitu aja. Dijual pun paling harganya murah banget. Satu karungya harganya 2.500. Murah banget kan? Padahal kayu asli lho..sayaang. Serbuk gergajinya juga buanyak, aku ambil sedikit saja buat base sensory bin besok-besok.

 
Potongan kayu nya sudah halus sisi-sisi atas bawahnya, cuma yang bagian kanan kirinya kasar bekas dipotong. Sebenarnya mesti dihaluskan lagi sisi-sisi yang kasar dan tajam, tapi karena tidak punya alatnya aku cuma merapikan saja dengan gunting dan pisau. Alhamdulillah, aca dan sepupu-sepupunya juga tidak terganggu dengan ketidak rapian ini. Bahkan anak-anak suka banget mainnya. Bentuknya gak cuma kotak, ada yang lengkung, bergerigi, setengah lingkaran, jadi banyak variasinya.


Saturday, November 8, 2014

Belajar tentang Serangga

Hari ini, kami bersenang-senang dengan batu-batuan, waterbeads, dan...serangga. Iya, serangga. Punya mainan karet serangga, mari kita membuat sensory bin serangga saja. Sebelumnya, untuk pemanasan buat Aca, aku membuatkan pohon untuknya. Dari karton rol tisu dan kardus bekas yang aku jadikan miniatur pohon sederhana. Maafkan, gak bagus pohonnya..


Jadi pohon ini sengaja aku kasih 'buah' yang nantinya harus dipetik Aca menggunakan gunting. Pura-puranya sedang panen buah apel. Apelnya sendiri bikin yang simpel aja dari stiker bulat. Tangkainya aku gunakan kertas origami. Tempel di pohon, jadi deh...



Dikombinasikan dengan sensory bin, tidak nyangka jadinya baguus banget (menurut kami lho hihihi...). Kami menggunakan batu-batuan (hasil mungutin dari lapangan dekat sekolahnya Aca), rumput dari kertas krep hijau (pastinya sudah sering lihat ini kan?), serta waterbeads biru dan putih untuk airnya. 



Sebelumnya, Aca panen apelnya. Serius sekali tuh mukanya. Alhamdulillah, untuk latihan menggunting ya Ca..biar makin mahir.
 


Setelah itu, mulai menata serangganya. Sambil beberapa dijelaskan nama-namanya. Sayangnya, emaknya ini kurang persiapan. Banyak yang tidak tahu nama masing-masing serangganya. Mestinya kan belajar dan mencari tahu dulu ya. Maaf Ca, besok-besok deh, kita cari referensinya.


Dan ternyata lagi, Aca takut (atau geli) dengan mainan karetnya. Mungkin masih asing melihatnya. Tidak mau memegang lama-lama. Yaah, tidak seru dong..mosok maunya pegang capung saja? Mesti dicoba lagi nih kapan-kapan biar Aca familiar dan tidak takut lagi.



Tuesday, November 4, 2014

Tema Binatang 4 : Semut

Karena di sekolahnya Aca, penekanan tema binatang adalah semut, maka beberapa hari kemarin aku sama Aca juga belajar dan bermainnya adalah tentang semut. Cari di internet banyak referensinya jadi lumayan enteng mikirnya hehe..aku posting foto-fotonya di sini yah? biar lebih jelas
  
Buku referensinya. Di dalamnya ada cerita semut dengan Nabi Sulaiman. Juga terdapat fakta-fakta tentang semut.

Finger painting semut. Menggunakan cat warna, cap pakai jari-jari tangan, tinggal diberi mata, antena, kaki dan mulut. Simpel tapi selalu menyenangkan.

belajar anatomi tubuh semut sambil mewarnai. Abaikan saja hasil mewarnainya Aca yang selalu seenaknya, tapi ternyata Aca cepat ingat tentang bagian-bagian tubuh semut.

Share